NASIONAL

Kapolda Jabar: Bandung Aman, Tak Ada Sekte Sesat

Dugaan adanya sekte seks bebas di Bandung meresahkan warga kota itu.
Sabtu, 1 Juni 2013
Oleh : Anggi Kusumadewi
Gedung Sate di Bandung.

VIVAnews – Dugaan adanya sekte seks bebas di Bandung, Jawa Barat, meresahkan warga kota itu. Dugaan itu mencuat setelah beredar surat perintah seks bebas di lingkungan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung. Polisi lantas memeriksa Gilang, seorang yang mengaku sebagai pengikut sekte tersebut.

Namun, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi belum menemukan indikasi adanya sekte sesat itu di Bandung. “Bandung aman. Tak ada sekte itu di sini,” kata Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Tubagus Anis Angkawijaya, kepada VIVAnews, Jumat 31 Mei 2013.

Kapolda mengatakan, apabila berpegangan kepada keterangan Gilang, memang mungkin saja sekte itu benar ada. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan di lapangan, hasilnya bertolak belakang. Kepolisian telah menurunkan tim khusus yang sedikitnya beranggotakan 15 orang untuk menyelidiki benar-tidaknya keberadaan sekte seks bebas. “Polda Jabar mem-back up Polres Bandung. Kami bekerja sama untuk mengusut kasus ini,” kata Anis.

Kepolisian juga merunut bagaimana isu sekte sesat ini berkembang, termasuk dengan menginterogasi Gilang yang kini menjadi tersangka pemalsuan surat perintah seks bebas.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi dalam kasus ini. Selain Gilang, polisi juga memeriksa dua nama lain yang tercantum dalam surat perintah palsu tersebut. “Total ada 10 orang Pegawai Negeri Sipil yang disebut dalam surat. Dua di antaranya kami periksa, dan mereka membantah,” ujar Anis.

Dalam pemeriksaan di Polrestabes Bandung, Gilang mengatakan telah sembilan tahun bergabung dengan sekte seks bebas. Ibunya pun ia sebut anggota sekte itu “Ritualnya misalnya satu perempuan melayani sembilan lelaki. Jadi mama saya ada di satu ruangan, lantas lelakinya antre satu-satu masuk ke dalam ruangan,” kata Gilang.

Siapa pria yang bisa menghamili ibunya dan anggota perempuan lainnya di sekte itu, ujar Gilang, maka akan mendapatkan piagam ritual. Para jemaat juga memiliki cincin pentagram dalam ritual seks itu. Ritual itu menurutnya dilakukan setiap minggunya di lokasi yang berpindah-pindah.

Kini polisi akan memeriksa kejiwaan Gilang untuk mengetahui apakah informasi yang ia sampaikan itu benar atau sekedar mengada-ada. “Ada kemungkinan dia stres dan agak tak waras,” kata Kapolda. (eh)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found