NASIONAL

Diduga Dalami Ilmu Hitam, Fredi Sayat Perut Bocah 8 Tahun

Korban sempat dirawat lima hari sebelum meninggal dunia.

ddd
Rabu, 29 Mei 2013, 17:51
Ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan (VIVAnews/Faddy Ravydera)
VIVAnews - Diduga ingin memperdalam ilmu, F Fredi (30), warga Jalan Mayor Zen RT 29 RW 06, Kelurahan Sungai Selincah, Kecamatan Kalidoni, Palembang Sumatera Selatan, menyayat tubuh Muhammad Muslim bocah 8 tahun yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Pelaku menyayat tubuh Alim panggilan M Muslim pada Jumat, 24 Mei 2013. Dalam keadaan kritis bocah itu dirawat di Rumah Sakit Pusri selama lima hari. Korban akhirnya meninggal dunia pukul 02.00 WIB, Rabu, 28 Mei 2013.

Edi Mulyadi (44), ayah korban, menceritakan Alim pada hari kejadian itu sedang bermain bersama sepupunya di depan rumah. Saat asik bermain, anaknya itu lalu dipanggil F Fredi, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai pelaku.

"Alim dikasih uang Rp5 ribu untuk bermain PS di rumahnya. Saat sampai di rumah Fredi, anak saya dikurung di dalam kamar, dan perutnya disayat menggunakan pisau," kata Edi saat temui VIVAnews di rumahnya hari ini.

Alim baru diketahui mengalami penganiayaan setelah ibu korban, mencarinya untuk diajak makan. "Adik sepupunya bilang kalau Alim dibawa Fredi ke rumahnya. Tak lama orangtua Fredi bilang anak saya sudah disayat oleh anaknya dan sekarat di dalam kamar," ujar Edi sambil menahan tangis.

Sementara Alfian (54) keluarga pelaku mengatakan, kondisi kejiwaan Fredi memang agak terganggu. Dia bahkan sempat dirawat di rumah sakit jiwa selama 15 hari.

"Keponakan saya memang sempat dirawat di RSJ pada 2 bulan lalu. Sebelum kejadian ini, kami sempat mengetahui dia menganut ilmu hitam. Karena sering melakukan hal-hal aneh di dalam rumah," kata Alfian.

Dilanjutkan Alfian, diapun terkejut ada lubang kubur yang disiapkan Fredi di samping rumahnya. Tetangga mengira lubang itu untuk menanam pohon. Karena ada kejadian itu, warga kini bertanya-tanya untuk apa tersangka menggali tanah di samping rumahnya.

Saat ini Fredi kini sudah ditangkap di Tanggerang, Banten, karena melarikan diri setelah kejadian. "Katanya dia sudah ditangkap, sekarang lagi dibawa menuju palembang," ucap Alfian.

Pelaku sendiri dalam kesehariannya diketahui warga, orang yang taat beribadah. Dia bahkan pernah belajar di pesantren dan tamat S1 jurusan komputer.

"Ibadahnya rajin, kami sangat terkejut dia yang melakukan ini," katanya.

Kanit Intel Polsek Kalidoni Aiptu Edwin menambahkan, pada Selasa 28 Mei 2013, pelaku telah ditangkap dan berada di Polres Tangerang. "Pelaku sedang kami jemput dari tangerang. Modusnya belum kami ketahui karena belum dapat keterangan dari tersangka," katanya.

Laporan Aji Jun Patra| Palembang



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com