NASIONAL

JK: Wajar Jika Azan Pakai Pengeras Suara

Untuk pengajian, diharapkan speaker jangan terlalu lama digunakan.
Selasa, 28 Mei 2013
Oleh : Denny Armandhanu, Santi Dewi
Jusuf Kalla

VIVAnews - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa pengeras suara saat azan tidak jadi masalah. Menurut JK, sebutan akrab untuk Wapres Kalla, di belahan dunia manapun azan pasti menggunakan pengeras suara. Ini hal yang lumrah.

"Penggunaan speaker di mesjid untuk Azan tidak jadi soal. Di mana-mana bahkan di seluruh dunia yang namanya mesjid pasti dilengkapi pengeras suara untuk mengumandangkan Azan," kata JK di kantor Sekretariat Dewan Mesjid Nasional, Jakarta Pusat pada Selasa 28 Mei 2013.

Sebelumnya April tahun lalu, Boediono dalam pidatonya di Pembukaan Muktamar Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-6 di Asrama Haji Pondok Gede, mengatakan bahwa DMI harus membahas pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid-masjid.

Boediono yang rumah dinasnya bersebelahan dengan Mesjid Agung Sunda Kelapa ini mengatakan, bahwa suara azan yang terdengar sayup-sayup dari jauh terasa lebih merasuk ke sanubari dibanding suara yang terlalu keras, menyentak, dan terlalu dekat ke telinga kita.

Terkait hal tersebut, JK yang merupakan Ketua Umum DPP DMI mengatakan bahwa pengaturan pengeras suara hanya digunakan untuk pembacaraan doa. Kalla mengatakan akan mengatur penggunaan pengeras suara yang digunakan untuk membacakan doa Tarhim.

"Itu ada aturan sebenarnya. Untuk tahrim dan pengajian jangan menggunakan pengeras suara terlalu lama. Tapi untuk Azan itu justru harus menggunakan pengeras suara," ujar Kalla.

Sedangkan untuk suara azan yang hanya berdurasi tiga menit, kata JK, memang sengaja dikumandangkan keras untuk memanggil orang shalat. (ren)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found