NASIONAL

VIDEO: Polwan Cantik Hilang 3 Bulan, Diduga Stres Dilecehkan

Briptu Rani menghilang dari Polres Mojokerta sejak tiga bulan lalu.

ddd
Rabu, 22 Mei 2013, 10:58
Polwan cantik di Polres Mojokerto menghilang sejak 3 bulan lalu.
Polwan cantik di Polres Mojokerto menghilang sejak 3 bulan lalu. (VIVAnews/Eka Permadi)
VIVAnews - Seorang Polisi Wanita (Polwan) cantik yang sehari-hari bertugas di Polres Mojokerto menghilang. Hampir tiga bulan Briptu Rani Indahyuni Nugrahaeni sama sekali tidak berdinas.

Upaya pencarian pun dilakukan namun tidak membuahkan hasil. Bahkan belakangan warga Mojokerto pun dihebohkan dengan tersebarnya foto syur seorang wanita cantik di jejaring sosial Facebook dengan nama pemilik akun Rara Indah. 

Penyebaran foto tersebut menjadi buah bibir warga karena mirip dengan Polwan cantik yang kini keberadaannya misterius.

"Beredar di jejaring sosial Facebook itu sekitar dua minggu lalu. Dari kabar yang berkembang ini foto anggota polisi," ujar Taufik, warga Mojokerto.

Pihak Polres Mojokerto hingga kini enggan berkomentar terhadap foto syur itu. Tidak ada satu pun di Polres ini yang bersedia memberikan keterangan. 

Tetangga Briptu Rani di Perumahan Neglasari, Bandung, Jawa Barat, mengatakan bahwa pada Maret 2013 lalu Polwan cantik itu telah menikah dengan seorang anggota TNI setelah cerai dengan suami pertamanya.


Namun, hingga kini keluarga belum memberikan keterangan perihal kasus tersebut. Pasalnya, orangtua Rani tidak dapat ditemui. Termasuk Kapolsek Cibeunying Kaler Kompol Maedi Suti.

Sementara paman Rani, Syariefuddin membantah pemberitaan terkait keponakannya yang selama ini beredar di masyarakat. Menurut Syarief, Rani telah menjadi korban pelecehan seksual atasannya. 

Selain itu, menurutnya, Rani juga menjadi korban bullying seniornya di Polres Mojokerto. "Dia merasa tertekan dengan ulah Kapolres juga, karena sering memanggil dia di luar jam-jam tugas," kata dia.

Bahkan, Syariefuddin membeberkan, ada satu kejadian membuat Rani sakit hati. Pada suatu hari saat Rani tengah mengukur baju dinas dengan tukang jahit di sebuah ruangan, ada Kapolres beserta wakil-wakilnya dan akhirnya Kapolres sendiri yang mengambil alih mengukur baju Rani.

"Ini kan tidak pantas. Masa seorang Kapolres mengukur baju Rani sambil menjamah-jamah," ungkapnya.

Keberadaan Rani menurut pamannya ada di sebuah rumah di Jakarta. Saat ini kondisi Rani sedang mengalami depresi berat sehingga harus didampingi dokter ahli jiwa. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
swordanime
23/05/2013
gw gak respect sama POLRI ( polisi republik indonesia ) mau jadi polisi aja kebanyakan pada melanggar UU ( sogok,dll, udah pada rahasia umum ), belum jadi aja udah berani melanggar UU apalagi klu sudah jadi ? kok penegak hukum malah melanggar. gw jauh le
Balas   • Laporkan
asalamina
22/05/2013
Rani telah menjadi korban pelecehan seksual atasannya. Selain itu, menurutnya, Rani juga menjadi korban bullying seniornya di Polres Mojokerto. "Dia merasa tertekan dengan ulah Kapolres juga, karena sering memanggil dia di luar jam-jam tugas," kata dia.
Balas   • Laporkan
audiotherapy
22/05/2013
LIAT BERITA GA ADA YG BERES KLO PENJAHAT WAJAR,BERITANYA PETINGGI2 NEGARA NGAJARIN KEBEJATAN PARAH BGT.............
Balas   • Laporkan
elzodiacco
22/05/2013
Hadewwwwh,mau sampai kapan ini kepolisian merusak citra nya sendiri,udah banyak jendralnya yang korup,sekarang ada yang cabul lagi,.apa dulu mereka di didik oleh dukun cabul kali yaaa???
Balas   • Laporkan
anton barkah
22/05/2013
mentang2 komandan koq mau berbuat semena-mena.... ngga tau maluuuuuu.....!
Balas   • Laporkan
maverik
22/05/2013
Pada suatu hari saat Rani tengah mengukur baju dinas dengan tukang jahit di sebuah ruangan, ada Kapolres beserta wakil-wakilnya dan akhirnya Kapolres sendiri yang mengambil alih mengukur baju Rani. Eyang Kapolres uedan tenan
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id