NASIONAL

Sengketa Pilkda Palembang, Kantor KPU Dijaga 2.100 Polisi

Pemkot Palembang dan bandara tak lepas dari pengamanan polisi.

ddd
Selasa, 21 Mei 2013, 14:00
Pengamanan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang
Pengamanan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang  
VIVAnews - Ratusan personel polisi memperketat pengamanan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang di Jalan Mayor Santoso, Pelembang, Sumatera Selatan, Selasa, 21 Mei 2013.

Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa pendukung pasangan Sarimuda - Nelly Rasdiana (SN) yang dipastikan menang oleh KPU.  Tapi setelah keputusan MK memenangkan pasangan Romi Herton- Harnojoyo menjadi walikota Palembang, pasangan Sarimuda dan Nelly akan menggelar unjuk rasa.

Dari pantauan VIVAnews, selain jalan menuju kantor KPU, dua rumah pribadi dan posko pusat pemenangan kubu Romi dan kubu Sarimuda dijaga polisi sejak malam. Pagi ini, kantor Pemkot Palembang serta Bandara SMB II tak lepas dari pengamanan polisi untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa.

"Konfirmasi saja langsung kepada Kapolresta. Sekarang sedang rapat dengan kapolsek," kata Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Suryanto.

Guna mengantisipasi keamanan sengketa Pilkada Kota Palembang, sebanyak 2.100 personel gabungan TNI dan Polri dari Provinsi Jambi dan Bengkulu akan didatangkan untuk melakukan pengamanan 24 titik obyek vital di Palembang.

Karo Ops Polda Sumsel, Kombes M Fiandar mengatakan, dari 2100 personel yang didatangkan, 1.700 adalah anggota dari Polda Sumsel dan Polresta Palembang.

"Dari Jambi kita datangkan dua kompi Brimob dan Bengkulu 1 kompi Brimob, jadi seluruhnya 2.100 personel," kata M Fiandar.

Sebanyak 24 obyek vital nasional yang diamankan di antaranya adalah mal, bandara, kantor KPU, kantor DPRD, Kediaman pasangan calon yang menang dan yang kalah.

"Aset kedua kubu juga turut menjadi obyek pengamanan. Itu hanya untuk mengantisipasi saja,

Warga Palembang diimbau untuk tidak terpancing dengan situasi sekarang. Jangan sampai ada pihak yang berkepentingan memanfaatkan situasi saat ini.
Pasang yang kalah silakan lakukan mekanisme hukum yang berlaku," kata Fiandar, sembari menambahkan pengamanan ini juga untuk pengmanan pilgub nanti.

Seperti diketahui, meskipun sudah dinyatakan secara resmi oleh KPU sebagai pemenang Pilkada Palembang, pasangan Sarimuda-Nelly belum dilantik menjadi walikota dan wakil walikota. Ini karena ada gugatan yang disampaikan pasangan Romi Herton ke MK. Tadi malam, MK memenangkan pasangan Romi.

Pasangan Sarimuda-Nelly dinyatakan menang oleh KPU dengan keunggulan delapan suara dari pasangan Romi Herton-Harnojoyo. Penetapan pasangan Sarimuda-Nelly sebagai pemenang Pilkada tertuang dalam surat bernomor 35/Kpts/KPU.Kota-006.435501/2013.

Pasangan Romi-Harno berhasil unggul di sembilan Kecamatan yaitu Kecamatan Bukit Kecil, Alang-Alang Lebar, Ilir Timur I, Kalidoni, Sematang Borang, Seberang Ulu (SU) II, Kertapati, Ilir Barat (IB) I, dan Gandus. Sementara pasangan Sarimuda-Nelly hanya unggul di tujuh Kecamatan yaitu IT II, SU I, Sako, Kemuning, Plaju, Sukarame, dan IB II.

Namun dari total perolehan suara, ternyata justru pasangan Sarimuda-Nelly yang unggul. Total suara yang diraih pasangan Sarimuda-Nelly sebanyak 316.923 suara sementara pasangan Romi-Harnojoyo meraih suara 316.915 sedangkan pasangan satu lagi yaitu Mularis Djahri-Husni Thamrin hanya  meraih 97.810 suara.

Laporan: Aji/Junjati Patra - Palembang.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru