NASIONAL

Tujuh Instruksi Presiden untuk KSAD Baru

Letjen Moeldoko resmi menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo.

ddd
Senin, 20 Mei 2013, 15:41
Jenderal TNI George Toisutta diapit Pramono Edhie Wibowo dan Moeldoko
Jenderal TNI George Toisutta diapit Pramono Edhie Wibowo dan Moeldoko (Antara/ Heru Salim)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin 20 Mei 2013, resmi mengangkat Letnan Jenderal Moeldoko sebagai Kepala Staf Angkatan Darat  yang baru menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo. Letjen Moeldoko sebelumnya menjabat wakil KSAD.

Jenderal Pramono Edhie yang mendampingi Letjen Moeldoko di Istana Presiden siang tadi menuturkan, ada tujuh instruksi presiden yang harus dilaksanakan Letjen Moeldoko dalam menjalankan jabatan barunya.

Pertama, melanjutkan dan meningkatkan tata kelola kepemimpinan Tentara Nasional Indonesia yang saat ini dinilai sudah baik.

"Kedua, TNI yang diharapkan rakyat adalah TNI yang profesional. Perlu ada kemantapan mengemban tugas, dan ini pesan dari presiden agar dilanjutkan, ditingkatkan dan disempurnakan. Termasuk modernisasi alutsista, khususnya Angkatan Darat," ujar Pramono.

Instruksi ketiga, terus meningkatkan kesejahteraan prajurit ke depan. Hal ini penting agar dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya bisa dilakukan dengan baik.

"Masalah kesejahteraan prajurit dan keluarganya seiring dengan apa yang dilakukan pemerintah. Dengan gaji yang mengikuti perkembangan ekonomi, perumahan, pendidikan dan pembangunan markas TNI," katanya.

Keempat, KSAD yang baru harus terus menjaga kedekatan antara TNI dan masyarakat yang sejak lama sudah terjalin dengan baik.

Kelima, KSAD yang baru harus mampu menjaga kekompakan sesama anggota TNI, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. "Mungkin ini perlu dalam memberikan bantuan kepada Kepolisian agar tidak terkendala," tuturnya.

Instruksi keenam yang presiden sampaikan adalah TNI harus dapat melakukan penertiban dalam pengadaan alutista. Pengadaan yang transparansi, terbuka dan sesuai dengan kebutuhan. "Sehingga tidak ada kesan penggunaan anggaran yang tidak tepat," ucapnya.

Instruksi terakhir dari presiden kepada KSAD yang baru adalah TNI harus netral dan tidak melakukan politik praktis dalam menghadapi pemilu 2014.

"Itulah tujuh poin yang disampaikan presiden kepada saya dan Letjen Moeldoko. Saya hari ini merasa plong, karena setiap hari bertemu wartawan selalu antara menjauh dan mendekat, tidak jelas tentang siapa pengganti saya," tutur Pramono.

Seperti diketahui, Letjen Moeldoko pernah peraih anugerah Adhi Makayasa di Akademi Militer 1981. Moeldoko lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1981.
Mantan Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) I Kostrad dan Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya, ini juga lulusan terbaik di angkatannya dengan predikat Adhi Makayasa.

Selain intensif menimba ilmu kemiliteran, Moeldoko tetap mencari ilmu pengetahuan dan penelitian melalui lingkungan perguruan tinggi hingga meraih gelar Doktor (S-3). (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru