NASIONAL

Diperiksa KPK, Sekjen DPR Beberkan Gaji Eks Presiden PKS

Penyidik memeriksa Sekjen DPR sekitar tiga jam.

ddd
Jum'at, 17 Mei 2013, 14:31
Tersangka kasus dugaan suap impor daging sapi Luthfi Hasan Ishaaq.
Tersangka kasus dugaan suap impor daging sapi Luthfi Hasan Ishaaq. (ANTARA/Andika Wahyu)
VIVAnews - Sekjen Dewan Perwakilan Rakyat Winantuning Tyastiti diperiksa KPK sebagai saksi kasus suap impor daging sapi dengan tersangka Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS, Jumat 17 Mei 2013. Luthfi terjerat dua perkara, yakni suap impor daging sapi dan pencucian uang.

Dalam pemeriksaan singkat sekitar tiga jam, wanita yang akrab disapa Siti itu dicecar soal gaji Luthfi Hasan Ishaaq semasa menjabat anggota DPR oleh penyidik.

"Saya ditanya mengenai gaji LHI (Sebagai Anggota DPR) sejak 2004," kata Siti, usai pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta.

Saat ditanya berapa total jumlah gaji Luthfi selama menjabat sebagai anggota Dewan, Siti mengaku tidak ingat.

"Yang jelas lampirannya, aturannya semua sudah lengkap. Semuanya sudah saya serahkan kepada penyidik," ujarnya.

Slip gaji eks Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, kata Siti, sangat banyak karena sejak 2004 silam.

"Gajinya Rp60 juta perbulan, itu pasti," ungkapnya.

Selain gaji setiap bulan, bekas orang nomor satu PKS itu juga mendapat penghasilan sebagai anggota DPR berupa tunjangan dan dana lain semasa menjabat.

Selain Sekjen DPR, penyidik juga memeriksa Vitalia Shesya, teman wanita Ahmad Fathanah yang juga tersangka dalam kasus ini. Saksi lainnya, antara lain: Darin Mumtazah (Pelajar) dan Prof Dr Yuswar Z Basri  (Ketua Program Islamic Ekonomi dan Finance Universitas Trisakti).

Dalam kasus ini, KPK juga memerika dua pejabat dari Kementerian Pertanian. Mereka adalah Baran Wirawan (Sekretaris Menteri Pertanian), Syukur Iwantor (Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan) dan Denni Pramudia Adiningrat (PT Radina Bio Adicita). (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
abdul.munir.10048
19/05/2013
Hukum hrs bertindak tegas terhadap para pejabat yg berhati binatang.siapapun dia tdk perlu pandang bulu krn hukum tdk membedakan antara pejabat dan rakyat,siapapun yg bersalah hrs segera di berikan sangsi sesuai dgn perbuatany.
Balas   • Laporkan
hoheeh
17/05/2013
ongkang cengengesan gaji 60jt / bulan, tukang sapu dari pagi ampe sore 600rb
Balas   • Laporkan
nirwana15
17/05/2013
Katakanlah 120 juta/bulan, biaya oprasional kel dgn istri lbh dr 1 60 jt, sumbangan PKS 20jt sisa 40jt kalo 100 bulan gaji 4M, itu kalo normal ya berapa harga rumah LHI dan harta yg lainya sebelum jd Pres PKS dan sesudah..semoga benar
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru