NASIONAL

Karyawan Freeport Korban Longsor Sedang Pelatihan

"Tiba-tiba pada pukul 07.30 WIB ruangan runtuh."

ddd
Rabu, 15 Mei 2013, 20:37
Lokasi longsor Freeport Indonesia
Lokasi longsor Freeport Indonesia (Freeport)
VIVAnews- Sebuah bagian terowongan di fasilitas tambang bawah tanah Big Gossen, PT Freeport Indonesia (PTFI) longsor. Peristiwa ini, mengakibatkan empat orang pekerja tewas, 10 luka-luka, dan 25 orang lainnya masih tertimbun reruntuhan.

PTFI pun mengaku masih terus melakukan upaya penyelamatan dengan menerjunkan 200 tim penyelamatnya.

Peristiwa tersebut terjadi di luar area kegiatan pertambangan, diperkirakan lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari pintu masuk tambang Big Gossan. Kejadian tersebut  ternyata tanpa ada tanda-tanda terlebih dahulu.

Dijelaskan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B saat konferensi persnya di Hotel Sheraton Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Rabu, 15 Mei 2013, kejadian bermula saat 39 pegawai PTFI tengah melakukan latihan rutin di dalam kelas pada hari kedua. Para pekerja tersebut, menghadiri refresher class di fasilitas pelatihan bawah tanah Big Gossan.

"Tiba-tiba pada pukul 07.30 WIB ruangan runtuh, tanpa ada tanda-tanda seperti gemuruh atau apapun," ujar Rozik.

Kemudian, ruangan kelas yang berdekatan dengan ruang perkantoran PTFI langsung didatangi 200 tim penyelamat. Dengan peralatan seadanya, seperti gergaji dan kereta dorong, tim penyelamat melakukan evakuasi.

Hingga pukul 03.50 WIB Rabu  dini hari tadi, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 10 orang karyawan selamat. "Namun ada empat orang lainnya yang tewas, ini betul-betul sangat membuat kami terpukul," ujar Rozik.

Hingga kini, masih ada 25 orang lainnya yang tertimbun di dalam ruang pelatihan tersebut. Rozik yang Rabu malam langsung terbang ke Papua untuk mengecek area longsor, memastikan semua tim penyelamat melakukan evakuasinya.

"Masih terus dievakuasi, kami tidak akan lengah. Namun tetap keselamatan tim penyelamat PTFI diperhatikan, khawatir ada longsor susulan," ujar Rozik.

Kini masih ada 25 pekerja yang terperangkap dalam reruntuhan. Proses penyelamatan terhambat dengan terbatasnya ruang gerak di dalam terowongan.

Hal tersebut membuat tim penyelamat tidak menggunakan alat berat, karena tim penyelamat hanya menggunakan dongkrak manual, gergaji dan gerobak. Tim penyelamat masih bekerja sama dengan instruktur pertambangan dari departemen pertambangan.

"Hari ini merupakan hari yang sangat menyedihkan bagi kami. Doa dan dukungan terus kami berikan untuk para pekerja yang menjadi korban dan kami akan terus mengerahkan seluruh upaya yang terbaik untuk melakukan evaluasi bagi pekerja lainnya," ujar Rozik.

Sementara itu, para korban yang sudah bisa diindetifikasi ada 4 orang. Yakni Mateus Marandof, Selpianus, Edowai, Yapinus Tabuni dan Aan Nugraha.

Sedangkan dari 10 pekerja yang berhasil dilarikan ke rumah sakit milik Perusahaan Tembagapura, hingga kini dalam kondisi stabil. Salah satunya sudah dipulangkan ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sedangkan 5 pekerja yang selamat akan dipulangkan ke Jakarta, Kamis, 16 Mei 2013.

Sebagai bentuk simpati dan rasa duka mendalam, pihak PTFI mulai kemarin melakukan  penghentian  aktifitas pertambangan. Sehingga, tim penyelamat pun bisa dengan sigap melakukan evakuasi terhadap para korban yang masih terperangkap. (sj)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id