NASIONAL

Hilmi Sebut Sadapan KPK Bluffing, Ini Kata PKS

PKS yakin Hilmi Aminuddin tak terkait dengan rekaman tersebut.
Rabu, 15 Mei 2013
Oleh : Dwifantya Aquina , Nila Chrisna Yulika
Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, kemarin diperiksa KPK.
VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hilmi Aminuddin, kemarin. Hilmi diperiksa terkait rekaman penyadapan Fathanah dengan seseorang menyangkut uang jatah Rp15 miliar untuknya dalam kasus penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Namun, Ketua DPP PKS, Al Muzzammil Yusuf, yakin Hilmi tak terkait dengan rekaman pembicaraan itu. Sebab, kata dia, Fathanah adalah makelar dan hanya mengaku-ngaku sebagai kader PKS.

"Dia bicara dengan orang lain, dan ustadz Hilmi tidak tahu siapa yang diajak berbicara. Mungkin ini yang disebut sebagai bluffing. Boleh jadi ini cara dia saja untuk meyakinkan mitra bisnis," kata Muzzammil di Gedung DPR, Rabu 15 Mei 2013.

Pernyataan Hilmi kemarin yang mengatakan bahwa percakapan itu bluffing, kata Muzzammil, bukan untuk menyudutkan KPK.

"Tapi ini pernyataan sepihak dan orang belum tentu setuju dengan pernyataan itu," tuturnya.

Sebelumnya, usai diperiksa KPK kemarin, Hilmi mengatakan, semua rekaman yang dibuka oleh KPK adalah bluffing. Namun, Hilmi tidak menjelaskan apa maksud bluffing dalam rekaman tersebut.

"Ya semua tertulis, ada semua tapi semuanya bluffing, maksudnya tanya saja ke penyidik," kata Hilmi.

Informasi yang dihimpun VIVAnews, rekaman penyadapan itu merupakan rekaman antara Ahmad Fathanah dengan seseorang yang diduga Ridwan Hakim. Pembicaraan yang disadap KPK itu membicarakan jatah uang untuk pendiri PKS itu. Saat meminta jatah orang yang diduga anak Hilmi tersebut, biasanya menyebut 'jatah untuk engkong'. (adi)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found