NASIONAL

Benarkah XTC Geng Motor Brutal?

Polisi memburu anggota XTC Pekanbaru pimpinan Klewang.

ddd
Selasa, 14 Mei 2013, 06:01
Klewang, panglima geng motor pemerkosa wanita.
Klewang, panglima geng motor pemerkosa wanita. (TV One)

VIVAnews – Tertangkapnya panglima geng motor XTC Pekanbaru, Riau, usai memerkosa seorang perempuan beramai-ramai bersama anak buahnya membuat organisasi XTC yang berpusat di Bandung, Jawa Barat, ikut tercoreng. Mereka kaget karena merasa tak kenal dengan Klewang alias Mardijo (57 tahun), pimpinan XTC Pekanbaru yang kini meringkuk di tahanan polisi.

“Kami sama sekali belum pernah berkoordinasi dengan organisasi XTC di Pekanbaru, Riau. Kalaupun sempat ada koordinasi, kami tak pernah kenal orang yang diberitakan di televisi itu (Klewang),” kata Sekretaris Jenderal XTC Bandung, Taufik R. Menurutnya, XTC adalah klub otomotif yang memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga lengkap, serta punya akta legalitas sah di mata hukum.

Taufik mengatakan, XTC Bandung tak ada kaitannya sama sekali dengan geng motor XTC Pekanbaru. “Kami bukan geng motor. Kami ini organisasi yang sudah berubah,” kata dia. Kepanjangan XTC pun tidak sama dengan saat pertama kali organisasi itu didirikan.

Awalnya XTC merupakan singkatan dari Exalt to Coitus yang artinya menggandrungi seks. Namun kini berubah menjadi Exalt to Creativity yang berarti menggandrungi kreativitas. Anggota XTC di seluruh Indonesia berjumlah lebih dari 50 ribu orang. XTC dahulu didirikan oleh beberapa SMA swasta di Bandung, sehingga sampai sekarang tetap menjadikan kota kembang itu sebagai markasnya.

Perubahan XTC terjadi pada akhir tahun 2010. Ketika itu XTC masih merupakan geng motor yang paling besar dan ditakuti di Bandung. Aksi-aksinya yang meresahkan warga membuat pihak kepolisian membubarkan XTC bersama beberapa geng motor lainnya. Sejak saat itu XTC menjadi organisasi kemasyarakatan dan komunitas otomotif dengan moto “Sexy Road Indonesia.”

Sejarah XTC Pekanbaru

Klewang, pimpinan geng motor XTC Pekanbaru yang kini telah dibekuk, disebut kepolisian punya rekan jejak kriminal di Bandung sebelum menjadi raja jalanan di Pekanbaru. XTC Pekanbaru sendiri dibentuk pada tahun 2010 oleh anak kandung Klewang, Bambang Suprianto.

“Anak Klewang membentuk XTC Pekanbaru setelah pulang dari Bandung tahun 2010. Geng motor ini dibentuk di rumah mereka di Pasir Putih, Kampar, Riau,” kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Adang Ginanjar kepada VIVAnews, Senin 13 Mei 2013.

Bambang kemudian ditangkap polisi pada akhir tahun 2012, sedangkan Klewang masih bebas berkeliaran mengepalai 300 anggota geng bentukan anaknya sambil melancarkan berbagai aksi kejahatan, mulai dari menjambret, merampok, merusak fasilitas umum, melukai warga dengan samurai dan parang, hingga memerkosa para wanita. Pekanbaru menjadi daerah “jajahan” Klewang dan gengnya. Selama tiga tahun terakhir, nama Klewang amat ditakuti di kota itu.

Polisi yang memburu Klewang sejak tahun 2012 baru berhasil menangkap Klewang pada Jumat, 10 Mei 2013, usai yang bersangkutan memerkosa perempuan secara bergiliran dengan anak buahnya. Tragisnya, si perempuan diperkosa beramai-ramai oleh geng Klewang di hadapan pacarnya sendiri.

Klewang bukan nama baru di dunia hitam. Ia residivis. Klewang sudah masuk penjara sejak usianya 18 tahun, tepatnya tahun 1974. Ketika itu ia terlibat kasus pencarian. Usai keluar penjara, keberadaan Klewang sempat tak diketahui.

Namun ia ditangkap polisi lagi pada tahun 1996. Kali ini karena kasus penganiayaan. Setelah bebas, tahun 2011 lagi-lagi Klewang masuk penjara karena kasus pencurian kendaraan bermotor. Tapi ia tak pernah jera. Selepas dari jeruji besi, Klewang terus berbuat onar, bahkan intensitasnya makin parah, hingga akhirnya pekan lalu ia kembali dibekuk. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
rini.malbaru
23/05/2013
klo polisi kasih ma masa pasti beres... cara na muda ko' bocorin aja infomarsi ilustrasi kejadian nya..
Balas   • Laporkan
revinclaw
14/05/2013
sudahlah pak polisi, kalau ngga sanggup serahkan saja sama kopasus biar sekalian "di beresin" pentolannya, bila komnas HAM banyak bacot kita geruduk saja
Balas   • Laporkan
anakhutan
14/05/2013
Katro banget udeh jelek, mirip monyet,. Saran bwt Pak Polisi orang macam kya gni langsung aja di Payau,.. Nga usah pke dipenjara, repot2in aja. Klo nga serahin sm masyarakat biar masyarakat yg Ngadilin.
Balas   • Laporkan
poy1997
14/05/2013
Janganlah Engkau sekali-kali memerangi kemungkaran dengan kemungkaran yang setingkat atau bahkan lebih. Sesungguhnya Allah maha mengampuni dosa-dosa orang yang mau bertobat. Wallahu'alam bi sawwab....
Balas   • Laporkan
penyok
14/05/2013
residivis sampah masyarakat seperti ini bagusnya ditembak mati atau digantung ditengah kota sampai mati.. biar tdk membuat ulah yg meresahkan masyarakat umum.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id