NASIONAL

Kronologi Penyerbuan Kelompok Teroris Bandung

Tiga orang tewas, satu lainnya berhasil ditangkap hidup-hidup.

ddd
Kamis, 9 Mei 2013, 06:43
Lokasi penangkapan terduga teroris di Kampung Batu, Bandung.
Lokasi penangkapan terduga teroris di Kampung Batu, Bandung. (Riefki Farandika Pratama (Bandung))

VIVAnews - Rabu8 Mei 2013 pagi, warung Apit Suherman tiba-tiba banyak dikunjungi orang tak dikenal. Warung yang menyajikan makanan ringan itu hanya 10 meter dari lokasi penggerebekan teroris, di Kampung Batu Rengat, RT 2/8 Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

Sekitar pukul 09.30 WIB, dua orang berambut panjang dengan mengenakan kaos serta celana jeans yang sobek di bagian lututnya, datang membeli panganan di warung itu. Kedua orang itu memesan kopi hitam dan memakan gorengan-gorengan.

"Saya tidak menaruh curiga ke kedua pria tersebut. Namun saat saya mengantarkan kopi hitam ke hadapan kedua pria tersebut, saya melihat ada gagang pistol di pinggang sebelah kiri kedua orang tersebut," kata Apit kepada VIVAnews, Rabu malam, 8 Mei 2013.

Berselang satu jam kemudian, kedua pria itu mulai mondar-mandir ke tempat kontrakan milik Haji Suhanda. Perasaan curiga masih belum muncul dibenak Apit. Setelah kedua orang tersebut berada hanya berjarak lima meter dari rumah kontrakan, tiba-tiba datang beberapa petugas lain dengan menenteng senjata lengkap dengan penutup muka. Mirip Densus 88.

"Saya kaget pas ada sekitar 10 orang bawa senjata seperti di televisi datang, lalu meminta warung saya ditutup dan menjauh dari rumah sementara waktu," ujar Apit.

Apit yang gemetar mendengar perintah tersebut, langsung saja menutup warungnya dan meminta keluarganya ke luar dari rumah sesuai permintaan.
"Tepat pukul 11.00 WIB, suara tembakan mulai terdengar," kata Apit.

Apit mengaku tidak begitu mengenal orang-orang yang disebut teroris oleh petugas berpakaian preman. Petugas mengatakan kepadanya bahwa orang-orang yang mengontrak di rumah Haji Suhanda adalah teroris.

Selang 30 menit, kata Apit, terdengar informasi ada seorang anak kecil yang disandera. Namun setelah dicek kebenarannya, bukan disandera melainkan tertinggal di kontrakan lalu diselamatkan polisi.

Anak pemilik kontrakan, Nurfarida (36 tahun) tidak menyangka jika kontrakan milik ayahnya menjadi sarang teroris.

"Ya kaget dan tidak percaya, karena memang penghuni di kamar yang dikepung polisi tersebut baru tinggal 1,5 bulan dan mengontrak atas nama Angga. Saat mendaftar untuk mengontrak, Angga mengaku sebagai tukang jahit," kata Nurfarida. "Saat digerebek siang sekitar pukul 11.00, saya kaget dan hanya bisa pasrah."

Dipimpin Wakapolri

Pasukan Densus 88 mengepung rumah kontrakan tersebut dibantu oleh personel Brimob Polda Jabar dari Detasemen A. Kedatangan pasukan Brimob sudah disiapkan sejak pukul 11.00 WIB. Namun pasukan bantuan lain ikut membantu tim Densus 88 sekitar pukul 13.30 WIB.

Baku tembak terjadi, bahkan sesekali aparat Brimob menembakkan gas air mata ke arah kamar. Sekitar pukul 14.30 WIB, tim Bid Dokes Polda Jabar masuk ke area penyergapan. Membawa kantong jenazah dan keranda mayat.

Berselang satu jam kemudian, tepatnya pukul 15.30 WIB, Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna tiba di lokasi pengepungan. Menggunakan pengeras suara, Wakapolri memperingati para terduga teroris untuk menyerahkan diri.

"Silakan menyerah. Atas nama negara kami minta kalian menyatakan menyerah. Jika tidak kami kepung," teriak Wakapolri.

Selang 20 menit setelah kedatangan Wakapolri ke lokasi pengepungan, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Sutarman pun tiba di lokasi pengepungan. Dua orang jenderal bintang tiga itu langsung memimpin operasi pengepungan, melakukan negosiasi dengan para teroris menggunakan pengeras suara.

Sekitar pukul 16.30 WIB, Wakapolda Jabar Brigjen Rico Amelsah Dahniel melakukan jumpa pers pertama kali mengenai situasi di lokasi penyergapan terduga teroris.

Wakapolda Jabar Brigjen Polisi Rico Amelsa Dahniel yang juga ikut memimpin proses penyerangan, menyatakan polisi sudah melakukan tindakan evakuasi terhadap masyarakat di sekitar lokasi pengepungan.

"Hari ini kami lakukan pengepungan rumah kontrakan, yang diduga dihuni oleh empat orang teroris. Ada bahan peledak aktif, kami lakukan pencegahan efektif, dalam radius 1 km dikosongkan. Sejak awal mengepung kami sudah memberikan peringatan kapada tersangka di dalam. Kami peringatkan supaya menyerahkan diri, justru dibalas dengan tembakan beberapa kali dan bom pipa ke arah petugas Densus," ujar Wakapolda Jabar dalam jumpa pers yang berjarak delapan meter dari lokasi pengepungan.

Riko menyatakan, bahwa tahapan pengepungan sudah dilakukan. Sehingga jika sampai pukul 17.00 WIB tidak diindahkan, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas. "Kami akan lakukan tindakan yang efektif dan terukur, namun hanya untuk melumpuhkan mereka," katanya.

Wakapolda menambahkan, satu dari empat teroris sudah berhasil diamankan. "Satu orang berhasil diamankan, tiga lainnya masih bertahan dan melakukan perlawanan dengan menembaki petugas," katanya.

Ledakan Keras

Tepat pukul 17.20 WIB, suara tembakan kembali terdengar. Pukul 18.00 WIB, terdengar suara ledakan keras dan rentetan senjata yang durasinya setiap 30 detik sekali.

Sekitar 30 menit lalu sejumlah personel Brimob bersiaga dengan membawa peralatan lengkap.

Hingga suara azan magrib terdengar, belum ada kejelasan mengenai ledakan yang terdengar tadi. Cuaca di lokasi pengepungan sendiri mulai gerimis.

Sekitar 10 menit sekali terdengar adanya suara berondongan senjata, dan ledakan bom. Belum jelas dari mana berasal suara ledakan keras tersebut. Karena petugas Jihandak dengan peralatan lengkap pun sudah turun ke lokasi pengepungan.

Pantauan VIVAnews, tiga orang petugas Inafis Mabes Polri masuk ke titik penyerangan dengan membawa tiga box peralatan. Warga sekitar yang penasaran tampak mencoba merangsek masuk ke area penyerbuan.

Tak lama, suasana hening. Tidak ada suara ledakan atau rentetan senjata yang terdengar. Pukul 18.45 WIB, tiga terduga teroris dipastikan tewas.

Tiga terduga teroris itu tergeletak dengan kondisi luka tembak di sekujur tubuh. Tampak salah satunya mengenakan kaos putih dan celana jeans warna biru. Satu lainnya, tertindih di bawah terduga yang mengenakan kaos putih. Satu orang lainnya sudah di evakuasi ke dalam kantong jenazah.

Sekitar pukul 19.00 wib, Kapolri Irjen Pol Timur Pradopo, di dampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya serta Kadiv Humas Polri, dan Dan Korsp Brimob Polri meninjau lokasi penyergapan.

Peninjauan Kapolri beserta sejumlah pejabat utama Polri tersebut berlangsung sekitar 30 menit. Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, langsung melakukan jumpa pers di halaman pondok pesantren yang ada di depan lokasi pengepungan rumah kontrakan terduga teroris  (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
b.label80
09/05/2013
dua orang berambut panjang dengan gangang pistol nongol di pingangya..hehehe...itu intel melayu namaya...
Balas   • Laporkan
babi-ngepet
09/05/2013
Kerennnnnn...bisa dapat Oscar nihhhh Densus 88..salut sama Densus..LANJUTKAN..brangus semua musuh-musuh negara..Rakyat Indonesia..di belakang mendukung mu...Setia..Berani..Maju..Tak Gentar..Mapus Looo Teroris
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com