NASIONAL

Kronologi Penyitaan 5 Mobil Mewah di Kantor DPP PKS

Petugas keamanan kantor DPP PKS sempat menghalangi proses penyitaan

ddd
Selasa, 7 Mei 2013, 18:37
Empat mobil mewah yang disita KPK dari Ahmad Fathanah
Empat mobil mewah yang disita KPK dari Ahmad Fathanah (Dedy Priatmodjo/VIVAnews)

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyisiran sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan kasus tindak pidana pencucian uang mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

Senin malam, 6 Mei 2013, sekitar pukul 23.00 WIB, penyidik KPK yang berjumlah lima orang mendatangi kantor DPP PKS yang terletak di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Kedatangan penyidik ke DPP PKS itu untuk menyita sejumlah mobil yang berada di halaman DPP PKS. Mobil--mobil tersebut diduga berkaitan dengan pencucian uang Luthfi Hasan Ishaaq.

Setibanya di kantor DPP PKS, penyidik didampingi saksi bernama Ahmad Zaki. Penyidik kemudian menunjukkan surat penyitaan dan identitas dari KPK kepada petugas jaga kantor PKS.

"Tapi upaya itu tidak berhasil. Dan penjaga di sana tidak kooperatif terhadap penyidik. Penyidik tidak bisa menyita," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP di kantornya, Selasa, 7 Mei 2013.

Proses eksekusi semakin terhambat dengan insiden kaburnya petugas jaga yang ditemui di kantor DPP PKS saat proses penyitaan berlangsung. "Petugas jaga pergi dengan melompat pagar. Sehingga penyidik hanya melakukan penyegelan," ujar Johan.

Akhirnya penyidik hanya bisa melakukan penyegelan terhadap lima unit kendaraan mewah yang terparkir di halaman DPP PKS. Diantaranya mobil VW Carravelle dengan nomor polisi B 948 RFS, Mazda CX9 dengan nomor polisi B 2 MDF, Toyota Fortuner dengan nomor B 544 RFS, Mitsubishi Pajero Sport dan Nissan Navara.

"Menurut orang yang menunggu kantor PKS, KPK tidak boleh bawa mobil itu," terang Johan.

Hari berikutnya, yakni hari ini, Selasa 7 Mei 2013, penyidik kembali sambangi kantor DPP PKS untuk menyita dan membawa lima mobil tersebut ke KPK. Namun lagi-lagi tim penyidik tidak bisa masuk, karena pintu belakang dan depan digembok petugas.

Bahkan penyidik mencoba untuk melakukan tindakan persuasif kepada petugas, tapi ada beberapa pihak yang diduga menghalangi proses penyitaan.

"Sekarang di sana telah berkumpul banyak orang. Karena itu, untuk sementara ini KPK tidak membawa mobil itu ke KPK. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan," ucapnya.

Johan menegaskan, penyitaan lima unit kendaraan mewah tersebut berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan KPK dalam kasus pencucian uang untuk tersangka Luthfi Hasan Ishaaq. KPK kata Johan, telah memiliki barang bukti yang cukup untuk melakukan penyitaan.

"KPK tentu punya bukti-bukti yang firm, bahwa mobil-mobil itu terkait LHI," tegas Johan.

Sebelumnya KPK telah menyita lima mobil berkaitan dengan kasus TPPU Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah. Diantaranya mobil Toyota jenis FJ Cruiser warna hitam dengan nomor polisi B 1330 SZZ, mobil Toyota Alpard warna putih bernomor polisi B 53 FTI.

Selanjutnya mobil Toyota jenis Land Cruiser Prado TX warna hitam dengan nomor polisi B 1739 WFN, dan mobil Mercy C 200 warna hitam bernomor polisi B 8749 BS.

Kempat mobil itu ditaksir mencapai Rp4,3 miliar. Tiga diantaranya selain mobil merek Mercy, dibeli dari dealer William Mobil Pondok Indah. Saat ini, keempat mobil telah disita dari kediaman Ahmad Fatanah dan diparkir di pelataran gedung KPK.

Sementara satu mobil lagi ikut disita KPK yakni satu unit mobil Honda Jazz putih bernomor polisi  B 15 VTA. Mobil ini dikuasai perempuan muda bernama  Vitalia Sesha.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
crukcuk
08/05/2013
karena si titik nila, rusak susu si belanga, PKS jadi ikut2 kena seret dah..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com