NASIONAL

Nasdem Jawab "Iklan Soeharto": Jamanku Luweh Penak

"Kabarku Apek Mbah. Tenang Wae Tak Jamin. Jamanku Luweh Penak."

ddd
Selasa, 7 Mei 2013, 12:34
Gambar iklan partai yang gunakan foto Soeharto
Gambar iklan partai yang gunakan foto Soeharto (Antara/ Andika Wahyu)
VIVAnews - Masih ingat poster bergambar mendiang Soeharto yang banyak ditempel di mobil pribadi, angkutan umum atau truk disertai teks "Piye Le Kabare? Isih Penak Jamanku To?". Kini, di Yogyakarta, ada iklan yang seolah menjawab iklan yang memperlihatkan lambaian tangan Pak Harto sedang tersenyum itu.

Poster tandingan ini sepertinya dipasang Partai Nasdem. Poster berlatar belakang warna biru dengan gambar Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Ketua DPD NasDem DIY Subardi. Di bawah foto mereka, terdapat tulisan "Kabarku Apek Mbah. Tenang Wae Tak Jamin. Jamanku Luweh Penak. He..He..He..!".

Baliho ini terlihat di berbagai ruas jalan utama di Yogyakarta. Pemasangan baliho tersebut membuat sejumlah pengguna jalan sempat memperhatikan poster yang baru saja muncul di sejumlah titik di ruas-ruas jalan utama.

"Mungkin itu poster balasan untuk poster dari Pak Harto yang sudah marak beredar beberapa bulan yang lalu," kata Gandung Jatmiko, warga Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, DIY, Selasa 7 Mei 2013.

Gandung mengaku melihat baliho jawaban dari poster Pak Harto tadi muncul punya maksud tertentu. "Yang jelas poster itu kampanye dari Partai NasDem," katanya.

Wakil Ketua DPD NasDem DIY Bidang Hukum Amin Zakaria mengatakan setiap orang atau patai yang berkampanye mempunyai imajinasi masing-masing termasuk pemilihan slogan, simbol yg dianggap memberikan image positip tapi bukan berarti kebijakan partai. "Itu salah satu strategi kami dalam memenangkan pemilu," katanya.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
sulistyawan
08/06/2013
Jelas enak jamane simbah, sekolah murah, beras murah, jengkol murah, brambang murah. lah,. Saiki.. Kabeh larang.. Ora aman meneh. Ngendi2 terorisme, negara isine mung pilkada pendak dina, ra pernah membangun. Jare reformasi tambah apik, jebul ngapusi.
Balas   • Laporkan
ng78
08/06/2013
Maaf..jujur saya suka jiwa kepimpinan dia, wibawanya sungguh macan asia. malaysia boro2 bersuara...,skrg?? taukan gimana
Balas   • Laporkan
dulkamid
07/05/2013
Jaman Soeharto yg korup cuman keluarga dan kroni. Kalo bukan kroni, bakal digasak Opstib. Cuma dipanggil Opstib saja bisa gila dan stroke. Jaman reformasi ini, semuanya maling. Sudah ketangkap tangan KPK masih saja cengar cengir tanpa dosa dan tanpa malu
Balas   • Laporkan
marta_wj
07/05/2013
iya enak zaman mu bisa jual negara ini ke amerika sama kroni2 mu sampah. ne smpai sekarang masi nanggung hutang akibat ulah mu. negri kaya hasil alam tapi hanya di nikmati orang kaya.. semua akiba ulah mu sampah.
Balas   • Laporkan
iskakj12 | 07/05/2013 | Laporkan
..jaman skrg utangnya lebih banyak lagi...dipakai korupsi pula...trus siapa yang akan bayar???...keturunan kita juga khan???? artinya jaman2 kedepan akan semakin berat....
adesaja
07/05/2013
tul mbah enak jamane sam pean mbah, wong saiki podao nyamar dadi PKI kabeh mbah
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru