NASIONAL

Peringati Hari Buruh, Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM

Massa buruh merazia pabrik di KIMA untuk mencari buruh yang bekerja.

ddd
Rabu, 1 Mei 2013, 11:56
Mahasiswa berdemo untuk menolak kenaikan harga BBM.
Mahasiswa berdemo untuk menolak kenaikan harga BBM. (ANTARA/Noveradika)

VIVAnews - Ratusan mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, memperingati Hari Buruh sedunia, Rabu, 1 Mei 2013. Massa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Pembebasan itu mengusung isu tolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang akan diberlakukan awal Mei ini.

Massa yang tergabung dari sejumlah organisasi, seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sulsel, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), serta sejumlah elemen dari forum-forum diskusi kampus ini berkumpul di titik aksi, yakni di bawah jembatan flyover.

Setelah itu, mahasiswa kemudian bergerak ke Kantor Gubernur Sulsel di Jalan urip Sumoharjo. Mereka rencananya akan menemui Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, guna menyampaikan aspirasi mereka terkait kebijakan yang prorakyat.

"Menaikkan BBM adalah kebijakan yang tidak prorakyat. Makanya di Hari Buruh ini, kami menyatakan menolak kenaikan BBM,” kata Yudha, salah seorang pengunjuk rasa saat berorasi di bawah jembatan flyover.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut pemerintah SBY-Boediono untuk menghentikan imperialisme. Pasalnya, imperialisme akan membawa bangsa Indonesia semakin tertinggal dibanding negara-negara lain. Mahasiswa meyakini, Indonesia mampu melakukan gerakan kemandirian bangsa jika pemerintah serius untuk bangkit.

“Kita melaksanakan Pasal 33 UUD 1945 secara konsisten sudah menjadi modal utama untuk membangun kemandirian bangsa,” tegas Yudha.

Dalam aksi itu, sejumlah pendemo mengecat tubuh mereka dengan warna putih. Di badan mereka tertulis tolak imperialisme serta tolak kenaikan BBM. Sebagian pengunjuk rasa juga terlihat menggunakan topeng bergambar SBY, Boediono, dan Jero Wacik.

Pantauan lain, lebih dari 1.000 buruh dari berbagai organisasi buruh di Sulsel bergerak bersama memperingati May Day. Mereka mendesak agar pemerintah segera menaikkan upah mereka sesuai standar. Hal itu penting untuk meningkatkan kesejahteraan.

Mereka juga menuntut penghapusan sistem kerja kontrak, outsourcing, serta penghentian sepihak. Massa dari gabungan organisasi buruh ini bergerak ke satu titik aksi, yakni jembatan flyover. Setelah itu mereka bergerak ke bundaran lima Bandara Hasanuddin serta kantor DPRD Sulsel.

Sebagian buruh juga melakukan sweeping ke sejumlah pabrik di Kawasan Industri Makassar (KIMA) untuk mengajak para buruh bergabung turun ke jalan memperingati May Day. Sebagian massa bahkan sempat bersitegang dengan pemimpin perusahaan yang tidak meliburkan karyawan mereka pada hari ini.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com