NASIONAL

Pencetak UN Pernah Bermasalah saat Proyek Surat Suara Pilpres

Ghalia Printing dinilai sebagai biang karut marutnya pelaksanaan UN.
Sabtu, 27 April 2013
Oleh : Antique, Nila Chrisna Yulika
Pelajar SLTP dan SLTA melakukan aksi demontrasi di depan gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
VIVAnews - PT Ghalia Printing yang saat ini dinilai sebagai biang karut marutnya pelaksanaan Ujian Nasional 2013, rupanya pernah bermasalah saat 2009 lalu.

Menurut Anggota Komisi X DPR, Eko"Patrio", saat rapat dengar pendapat dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu dini hari, 27 April 2013, PT Ghalia pernah dipercaya mencetak surat suara pada Pemilihan Presiden 2009 lalu.

"Ghalia itu punya masalah, pada tahun 2009, saat surat suara pilpres (pemilihan presiden). Makanya saya bilang, itu sudah ada masalah. Artinya saya nggak tahu teknis tender di Kemendikbud seperti apa sih. Kan sudah ada masalah, ada catatan buruk, kok masih dipakai," kata Eko.

Apalagi, kata Eko, PT Ghalia adalah pemain baru dalam tender di Kemendikbud. Namun, justru mendapat jatah dana paling besar. "Tahun lalu saja, hanya diberi satu paket doang," ujar dia.

Untuk itu, dia berharap, Komisi Pemberantasan Korupsi harus melakukan investigasi dan harus benar-benar menyikapi kejanggalan ini.

Anggota Komisi X lainnya, dari Fraksi Golkar, Zulfadli, menyayangkan sikap Kemendikbud yang tetap menggunakan PT Ghalia untuk mencetak ujian nasional. Sebab, persoalan penundaan sebenarnya sudah diketahui sejak 10 hari sebelum pelaksanaan ujian.

"Tapi masih diberi kesempatan oleh kementerian. Ini risikonya tinggi. Ghalia juga belum memulai percetakan, padahal percetakan lain sudah mulai," ujar dia.
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found