NASIONAL

Aliran Dana dari Pengusaha Impor Daging Hingga ke Luthfi Hasan

Dua bos Indoguna Utama didakwa menyuap Luthfi Hasan melalui Fathanah.

ddd
Rabu, 24 April 2013, 11:23
 Direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi jalani sidang perdana
Direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi jalani sidang perdana (ANTARA/Wahyu Putro A)
VIVAnews - Dua tersangka kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi menghadapi sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 24 April 2013. Dua bos PT Indoguna Utama disidang bersama dengan satu berkas dakwaan.

Tiba di gedung Pengadilan Tipikor, Arya Abdi Effendi tampak lebih tenang dari pamannya, Juard Effendi. Arya alias Dio ini tampak necis dengan kemeja abu-abu sambil menenteng tas kertas merek fesyen terkemuka, Zara. Arya melenggang santai dan keduanya duduk bersebelahan di muka Majelis Hakim Tipikor.

Saat Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai membacakan dakwaan pun kedua bos perusahaan impor daging ini menyimak dengan seksama.

"Bahwa Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi diketahui memberikan uang sejumlah Rp1,130 miliar kepada Ahmad Fathanah dari Rp40 miliar seperti yang dijanjikan," ujar Jaksa.

Uang tersebut diketahui akan diberikan Ahmad Fathanah kepada Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. Dengan maksud agar Luthfi Hasan selaku penyelenggara negara tersebut untuk berbuat sesuatu.

"Pemberian uang digunakan untuk memanfaatkan kedudukannya mempengaruhi pejabat Kementerian Pertanian untuk rekomendasi kuota impor daging," kata jaksa.

Sidang ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Purnomo Edi Santosa, dengan anggota Hakim Amin Ismanto, Gosen Butarbutar, Hendra Yospin, dan Alexander Marwoto.

Kasus suap impor daging ini bermula dari operasi tangkap tangan di sebuah hotel di Jakarta. Saat itu penyidik menangkap tiga orang saat sedang menyerahkan uang suap senilai Rp1 miliar. Ketiga orang itu yakni, Arya Abdi Effendi, Juard Effendi dan Ahmad Fathanah. Sementara satu orang lainnya, Luthfi Hasan Ishaq ditangkap di kantor DPP PKS.

KPK menyatakan, keberhasilan operasi ini merupakan hasil penyelidikan dan laporan masyarakat. Bahkan KPK diketahui memiliki rekaman percakapan pihak-pihak dalam kasus suap impor daging. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
belakebenaran
24/04/2013
tampaknya KPK akan kesulitan membuktikan LHI terlibat kl nggak ada kaset rekaman percakapan ttg permintaan suap, atau kl utk menghilangkan malu dikenakan pasal lain, kl mmg ini terjadi sdh habislah benteng pertahanan terakhir utk memberantas korupsi,
Balas   • Laporkan
farrazi
24/04/2013
Wong terima aja belum suap uangnya...tapi sudah tersangka... kecuali luthfi Hasan sudah minta baru bisa dituduh... Capek nih sama kerja KPK.. tebang Pilih kasusnya...KPK (Kerja Pake Keluyuran)
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru