NASIONAL

MA Peringatkan Pengusaha Lain Soal Upah di Bawah UMR

"Ini sebagai bentuk pembelajaran pengusaha lain."

ddd
Rabu, 24 April 2013, 11:11
Hakim Agung Gayus Lumbuun (kiri)
Hakim Agung Gayus Lumbuun (kiri) (VIVAnews/Fernando Randy)
VIVAnews - Mahkamah Agung menghukum pengusaha asal Surabaya Tjioe Christina Chandra satu tahun penjara, dan denda Rp100 juta. Christina terbukti bersalah membayar gaji 53 karyawan di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

"Ini sebagai bentuk pembelajaran bagi pengusaha lain yang menyalahgunakan keadaan," kata salah satu hakim agung yang menangani perkara itu, Gayus Lumbuun, Rabu, 24 April 2013.

Kalau tidak diingatkan dengan hukuman semacam itu, kata Gayus, pengusaha-pengusaha cenderung menerapkan gaji di bawah UMR. "Maka itu akan terjadi merata dimana-mana," tegas dia.

Putusan kasasi ini diketok secara bulat tanpa dissenting opinion atau perbedaan pendapat pada bulan Maret 2013. Bertindak sebagai Ketua Majelis Kasasi Hakim Agung Zaharuddin Utama, dengan anggota majelis Hakim Agung Surya Jaya dan Hakim Agung Gayus Lumbuun.

Dalam kasus ini, walaupun pekerja dengan majikan sudah ada surat perjanjian, tetapi apabila salah satu pihak melanggar Undang-Undang, maka perjanjian itu dapat dibatalkan.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Surabaya memvonis bebas Christina. Atas putusan bebas tersebut kemudian Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
buds001
24/04/2013
mampukah dengan perusahaan-perusahaan lain tidak? Ayo MA bantu yang lainnya.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru