NASIONAL

UN Ditunda, Kesalahan PT Ghalia Versi Kemendikbud

Ghalia hanya mendahulukan pencetakan dan diduga mengabaikan pengepakan

ddd
Senin, 15 April 2013, 18:26
Siswa SMA 1 Budi Utomo Jakarta menjalani Ujian Nasional 2013, Jakarta, Senin 14 April.
Siswa SMA 1 Budi Utomo Jakarta menjalani Ujian Nasional 2013, Jakarta, Senin 14 April. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengkritik kesalahan pola kerja PT Ghalia Indonesia Printing dalam kasus pencetakaan soal Ujian Nasional 2012/2013. Akibat kesalahan itu, pelaksanaan ujian nasional di 11 provinsi harus ditunda hingga 18 April mendatang

Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Ibnu Hamad mengatakan, manajemen percetakan menjadi kesalahan fatal bagi perusahaan yang belokasi di Ciawi, Bogor, itu.

Ibnu mengatakan, biasanya perusahaan percetakan lain mencetak soal UN per provinsi. Setelah selesai dicetak langsung di-packing. Tetapi yang dilakukan Ghalia hanya mendahulukan pencetakan dan diduga mengabaikan pengepakan.

"Dia mencetak semua soal sampai pengepakan terlantar," ujar Ibnu saat ditemui di Kantor Kemendikbud, Jakarta, 15 April 2013

Ibnu menyampaikan, sebenarnya pengepakan itu sangat penting. Apabila pengepakan itu tidak dilakukan segera, distribusi soal ke tiap provinsi dan rayon menjadi terhambat. "Pengepakan adalah bagian dari distribusi," katanya.

Selain itu, Ibnu mengaku heran dengan pernyataan kewalahan yang dilontarkan Ghalia. Seharusnya, apabila sudah menjadi pemenang tender dan menyepakati aanwijzing (penjelasan pekerjaan), maka harus menerima segala konsekuensinya. "Itu yang tidak masuk akal, dia harus paham karena kontrak dengan negara," ujarnya.

Menurut Ibnu, bagi perusahaan percetakan yang sudah dinyatakan menang tender harusnya tidak boleh mengeluh. Sebab, dengan mengikuti lelang terbuka sudah dianggap mampu menyelesaikan mencetak naskah ujian nasional dengan tepat waktu.

"Sebelum penetapan pemenang ada aanwijzing. Misalnya ada 20 perusahaan peserta dan ditentukan pemenanganya. Lalu ada pemberian penjelasan pekerjaan," ujar Ibnu.

Untuk diketahui, akibat kendala teknis yang dialami oleh PT Ghalia Indonesia Printing, naskah Ujian Nasional 2012/2013 di 11 provinsi bagian tengah terlambat. Akibatnya, ujian yang seharusnya Senin ini diundur hingga 18 April.

11 Provinsi itu Sulawesi Selatan, Bali, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
aszroed
16/04/2013
semua jajaran di kementrian pendidikan dan panitia tender harus bertanggung jawab ! ini adalah KEGAGALAN YANG MEMALUKAN DAN MENCEDRAI HARGA DIRI BANGSA!
Balas   • Laporkan
mulyadipatu
15/04/2013
rasanya baru kali ini UN tdk lancar, gimana pak menteri?UN kurang mulus. Jangan2 kurikulum 2013 jg bikin kacau??
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id