NASIONAL

FOTO: Keluarga Korban Penembakan Cebongan Temui Wamenkum HAM

Mereka meminta dukungan Wamenkum HAM untuk mengungkap kasus tersebut.
Kamis, 11 April 2013
Oleh : Dwifantya Aquina
Keluarga korban penembakan Lapas Cebongan menemui Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana di Menkumham, Jakarta, Rabu (10/04/2013).
VIVAnews - Keluarga korban penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta mendatangi kantor Kementerian Hukum dan HAM, kemarin, Rabu, 10 April 2013. Mereka bertemu Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana untuk meminta dukungan agar peristiwa penyerangan Lapas Cebongan bisa terungkap apa adanya.

"Kami juga ingin mendapat info lebih jauh. Sebagai keluarga sampai saat ini belum mendapat informasi yang jelas soal kejadian itu. Sejauh ini dapat info hanya dari media," kata Victor, kakak kandung Bripka Juan, salah satu korban penembakan di kantor Kemenkum HAM, Jakarta.

Victor juga meminta kepada Kemenkum HAM untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyerangan Lapas Cebongan. Menurutnya peristiwa ini adalah peristiwa luar biasa dan merupakan kejahatan kemanusiaan, sehingga fakta-fakta yang terjadi harus diungkap sebagaimana adanya. "Tim pencari fakta yang independen," ujarnya.


Meski begitu, Victor menghargai, tim yang sudah dibentuk baik dari TNI AD, Polri, dan Komnas HAM. Namun, keluarga khawatir ada potensi konflik kepentingan dalam pengungkapan kasus ini.

"Sehingga kami berpendapat, kasus ini adalah kejahatan kemanusiaan yang membutuhkan penanganan serius. Kami  mengusulkan, mendesak agar dibentuk TPF oleh Presiden," tegas Victor.

Sementara itu, Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana mengatakan Kemenkumham terbuka untuk mendengar masukan dari pihak manapun, termasuk keluarga korban.

"Penting untuk tahu apa yang mau disampaikan keluarga tentang apa yang terjadi di Lapas Cebongan. Siapa saja yang terlibat harus diberi hukuman seberat-beratnya," kata Denny. Pertemuan antara Wamenkumham dengan keluarga korban ini digelar tertutup.

Diberitakan sebelumnya, 11 oknum Kopassus Grup 2 Kartosuro diduga terlibat dalam penyerbuan Lapas Cebongan, 23 Maret lalu. Dalam penyerbuan itu, oknum Kopassus menembaki 4 tahanan hingga tewas, yakni Hendrik Benyamin Sahetapy Engel alias Diki, Yohanis Juan Manbait alias Juan, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi.

Keempat tahanan itu adalah tersangka pengeroyokan hingga tewas anggota Kopassus, Heru Santoso, 19 Maret 2013. Dalam pertemuan dengan Dewan Pertimbangan Presiden, siang tadi, keluarga pun meminta kasus tewasnya Heru ini diungkap karena terkait dengan penyerbuan Lapas. (umi)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found