NASIONAL

11 Oknum Kopassus Penyerbu LP Cebongan Jadi Tersangka

TNI pun merilis inisial 11 oknum Kopassus tersebut. Siapa saja?

ddd
Selasa, 9 April 2013, 17:58
Prajurit Kopassus pada perayaan HUT TNI ke-67
Prajurit Kopassus pada perayaan HUT TNI ke-67 (REUTERS/Beawiharta)

VIVAnews - Hari ini, Detasemen Polisi Militer Kodam IV/Diponegoro mengumumkan inisial 11 prajurit Kopassus yang menyerang LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Mereka resmi berstatus tersangka.

"Oknum TNI yang menjadi tersangka sebanyak 11 orang. Saat ini berada di Semarang untuk menjalani pemeriksaan,” kata Kepala Penerangan Daerah Militer IV Diponegoro Kolonel Inf. Widodo Raharjo di Semarang, Selasa 9 April 2013.

Setelah penetapan tersangka itu, penyidik TNI akan memeriksa sekitar 30 saksi di Lapas Cebongan untuk melengkapi berkas. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah tahanan dan sipir Lapas Cebongan menyaksikan eksekusi empat preman di sel tahanan oleh para prajurit Kopassus Grup 2 Kartosuro itu pada 23 Maret lalu.

"Kami tidak ada target kapan akan selesai, tapi secepatnya," tambah Widodo. Setelah pemberkasan rampung, penyidik akan menyerahkannya ke Oditur Militer 211 di Yogyakarta.

Inisial para tersangka adalah Serda US, Sertu S, Sertu T, Sertu AR, Serda SS, Sertu MRPB, Sertu HS, Serda IS, Kopral Satu K, Serma R dan Serma MZ.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie menyatakan publik bisa memantau proses pengadilan prajurit yang diduga telah melanggar hukum itu. "Mari kita ikuti. Saya tantang, lho, kalau mau nanti pada saat persidangan," kata Pramono saat ditanya wartawan soal pemindahan tahanan itu, Selasa 9 April 2013.

Sebelumnya, Tim Investigasi TNI AD sudah merilis bahwa ada 11 oknum prajurit Kopassus Grup 2 Kartosuro yang terlibat dalam penyerangan itu.

Ada kejanggalan dalam kasus Cebongan?

"Kejanggalan menurut siapa? Mari kita ikuti ramai-ramai proses persidangannya nanti. Semua dikontrol, jangan menduga ini itu, tidak boleh," ujar Pramono. Dia menjamin, pengadilan militer atas kesebelas prajurit itu akan digelar terbuka untuk umum. (kd)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dimyati
10/04/2013
Polisi kalah sama preman, Polisi gak mampu jaga keamanan negara, preman di masukkan penjara gak kapok, cuma numpang makan gratis, harus ada alternatif penegakan hukum yang efektif dan efisien yaitu KOPASUS diterjunkan brantas kejahatan/ preman.
Balas   • Laporkan
nawa_ucci
10/04/2013
BRAVO KOPASSUS...HIDUP KOPASSUS.. ADA ASAP PASTI ADA API..AKU LEBIH SUKA LORENG DARIPADA COKLAT APALAGI KOMNAS HAM,,, NGGA' JELAS UNTUK KEPENTINGAN SIAPA MEREKA BERDIRI?
Balas   • Laporkan
ebret.ant
09/04/2013
bubarkan KOMNAS HAM!!!apa yg di dapat dan di berikan untuk negeri ini dr yg namanya KOMNAS HAM....sy rakyat INDONESIA dukung sepenuhnya apa yg dilakukan KOPASUS(TNI)
Balas   • Laporkan
belakebenaran | 09/04/2013 | Laporkan
SETUJU..., HAJAR, HABISI,MAMPUSIN PARA PREMAN
rezaass
09/04/2013
dukung kopasus....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com