NASIONAL

Semiliar Koin untuk Istri Serka Heru Santosa

Heru Santoso adalah anggota Kopassus yang tewas di Hugo's Cafe.
Minggu, 7 April 2013
Oleh : Ita Lismawati F. MalauDaru Waskita (Yogyakarta)
Kardus semiliar koin untuk Serka Santoso

VIVAnews - Ratusan pemuda di Yogyakarta menggelar aksi damai untuk mendukung kejujuran anggota Grup II Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandang Menjangan Kartosuro. Kepada Tim Investigasi TNI AD, 11 oknum mengaku sebagai penyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, 23 Maret lalu.

Ratusan Pemuda Yogyakarta yang terdiri dari kelompok Paksikaton, Jogja Otomotif, Rembug Jogja, Jogja Community, GP Anshor, dan beberapa elemen lainnya juga menggalang semiliar koin untuk istri almarhum Serka Heru Santoso yang meninggal dibacok preman di Hugo's Cafe, 19 Maret lalu.

Kematian Heru ini lah salah satu alasan 11 oknum Kopassus menembaki empat tahanan itu. Seperti diketahui, empat tahanan yang tewas tersebut merupakan tersangka pengeroyokan Heru.

Dalam aksinya, sejumlah pemuda mengedarkan kardus bertuliskan, "Semiliar koin untuk Serka Heru Santoso" ke pengguna jalan yang melewati Tugu Yogyakarta.

Prasetyo, salah satu orator, mengatakan, pengumpulan koin ini akan berlangsung selama sebulan ke depan. Tak hanya di Tugu Yogyakarta, kardus juga akan diedarkan di sejumlah sudut Yogyakarta, termasuk empat titik warung angkringan yang biasa dipakai nongkrong pemuda Yogya.

"Pengumpulan semiliar koin ini bentuk solidaitas bagi almarhum Serka Heru Santosa yang kini istrinya tengah mengandung dan akan segera melahirkan," kata Prasetyo.

Aksi damai di Tugu Yogyakarta ini berlangsung lancar meski hujan deras mengguyur. Massa mengelilingi Tugu Yogya dengan bendera merah putih sepanjang 60 meter. Mereka pun tabur bunga dan doa bersama untuk almarhum Serka Heru Santoso.

Selain orasi, beberapa spanduk dikibarkan mengelilingi Tugu Yogya bertuliskan, antara lain: Rakyat-TNI bersatu berantas Premanisme, Terimakasih Kopassus Yogya aman preman minggat, Ksatria Kopassus berani berbuat berani bertanggungjawab dan Preman itu pengecut yang tak punya perasaan.

Koordinator aksi, Utomo mendesak aparat kepolisian untuk lebih tegas memberantas premanisme di wilayah Yogyakarta. "Preman merajalela karena penegakan hukum oleh polisi lemah. Selama tidak ada ketegasan makan premanisme akan selalu muncul di Yogya."

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found