NASIONAL

Preman Beraksi Lagi di Yogyakarta, 3 Orang Dibacok

“Jalan-jalan harus bersih dari semua bentuk premanisme."

ddd
Sabtu, 6 April 2013, 16:11
Sekelompok orang menyerang pengunjung angkringan di Yogyakarta.
Sekelompok orang menyerang pengunjung angkringan di Yogyakarta. (VIVAnews/Faddy Ravydera)

VIVAnews - Aksi kekerasan kembali terjadi di tanah Yogyakarta. Sekitar pukul 04.15 pagi, sekelompok preman menyerang dan membacok tiga orang yang berada di warung angkringan di Benteng Keraton Yogyakarta.

Korban yang menderita luka parah adalah Eko Setiawan (26 tahun), asal Wonosari, Gunungkidul. Dia menderita luka bacok pada bagian wajah.

Korban lainnya, Reiza Ismawadi (21 tahun) menderita luka bacok pada lengan, dan Ahmad Fuad menderita luka bacok di kepala, tapi tidak parah karena mengenakan helm.

Sementara Yoyok (26 tahun), warga Semaki Gede, Kota Yogyakarta, berhasil selamat dari aksi pembacokan oleh preman yang diperkirakan sekitar enam orang.

"Luka yang cukup parah akibat pembacokan dialami oleh Eko Setiawan yang bekerja sebagai penjaga warnet di wilayah Condong Catur," kata Kanit Reskrim Polsekta Kraton, Ipda Bambang Sunaryo, Sabtu 6 April 2013.

Bambang menjelaskan, kedua kelompok ini tidak saling kenal. Namun tiba-tiba terjadi percekcokan, hingga aksi pembacokan. "Mereka cekcok dan terjadi perkelahian diantara dua kelompok tersebut," katanya.

Seorang saksi mata, Partono tidak mengira aksi perkelahian dengan senjata tajam itu berlangsung di hadapannya. "Saya tidak tahu masalahnya. Tahu-tahu ada perkelahian dan setelah berkelahi pelakunya kabur begitu saja," katanya.

Petugas dari Polsekta Kraton dan Polresta Yogyakarta sedang memburu enam pelaku yang belum diketahui identitasnya itu.

Aksi preman ini hanya berselang satu hari setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Kapolri untuk memberantas aksi premanisme menyusul dibunuhnya anggota Kopassus beberapa waktu lalu di Cafe Hugo's, Yogyakarta.

“Jalan-jalan dan tempat-tempat umum harus bersih dari semua bentuk premanisme yang mengancam harta benda dan nyawa. Warga harus merasa aman di manapun dan di semua waktu, siang dan malam,” kata Presiden SBY melalui Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa, di Jakarta, Jumat 5 April 2013.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
nawa_ucci
10/04/2013
luar biasa....UDACH..COKLAT NGGA' BISA DIHARAP TNI tolong bantu rakyat BEBASKAN 11 ANGGOTA KOPASSUS
Balas   • Laporkan
ari57
10/04/2013
Preman beraksi lagi, pasti Komnas HAS diam ajah, wong kelompoknya. Giliran preman didor, baru dech koar koar tentang HAM.
Balas   • Laporkan
elangnusantara
07/04/2013
Boleh Pinjam anggota Kopasus yang 11 orang, tolong musnahkan preman-preman tersebut ane dah gak percaya sma yang pake seragam baju coklat, bisanya cuma nilan Bule trus ngebir bareng di pos
Balas   • Laporkan
rizal.aprianzah
07/04/2013
Persetan dg HAM...ayo bebaskan 11 anngota kopassus untuk lanjutkan tugas membasmi preman....
Balas   • Laporkan
supercenang
07/04/2013
saya pernah tinggal di jogja dr thn 2000 s/d 2005,saya melihat memang banyak preman2 kampung yg meresahkan maen bacok aja,kayanya di pelihara tuh preman2-nya sama POLISE
Balas   • Laporkan
smenday
06/04/2013
Baru 1 hr SBy perintahkan Kapolri utk Berantas Preman, tapi justru Preman beraksi. Berarti SBY sdh tidak berwibawa lagi alias Lebay, Polisi tidak mampu berantas Preman, Maka TNI dhi Kopassus hrs Libas itu Preman, Komnas HAM & Kontras jangan banyak Bacot.
Balas   • Laporkan
hankpusakh | 08/04/2013 | Laporkan
setutu seeeeeeeeeeeeekali gan
dirgo.kalonk
06/04/2013
sudah saatnya preman di remove dari masyarakat,petrus gitu looh
Balas   • Laporkan
lorkalen
06/04/2013
walah jebulnya orang jawa bisa jadi preman juga to?
Balas   • Laporkan
zuhar
06/04/2013
Koramil-2 DIY segera inventaris preman terus petrus lagi dr Yogyakarta akan aman negeri Indonesia. Tolong KOPASSUS warga Jogya di Backup untuk membasmi preman2, 11 personil KOPASSUS juga korban tdk lagsung preman2 yg di Yogya, mr KORSA KOPASSUS bantu kami
Balas   • Laporkan
zuhar
06/04/2013
POLDA DIY bisa gak menyelesaikan Preman2, kalau tdk sanggup mulai detik ini biar diambil alih KOPASSUS, Ayo warga Jogya kita minta bantuan KOPASSUS untuk membasmi preman,
Balas   • Laporkan
hankpusakh | 08/04/2013 | Laporkan
minta bantuan ama KOMNASHAM sama KONTRAS biar mereka nyicip bacokan premannya


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id