NASIONAL

Danjen Kopassus: Serka Heru Tewas Dikeroyok Saat Bertugas

"Dia baik dan salah satu prajurit kebanggan Kopassus."

ddd
Jum'at, 5 April 2013, 15:26
Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo dan para prajuritnya
Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo dan para prajuritnya (www.kopassus.mil.id)

VIVAnews - Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo menyatakan bahwa anggotanya, Serka TNI Heru Santoso, tewas dikeroyok kawanan preman Dicky Ambon saat sedang bertugas. Agus menegaskan almarhum saat itu tidak sedang bersenang-senang.
       
"Di Hugo's Cafe (lokasi pengeroyokan) Serka Heru sedang dalam masa tugas, dia tidak minum-minum. Dia anaknya baik dan salah satu prajurit kebanggaan Kopassus," ucap Agus Sutomo kepada wartawan VIVAnews di markas Kopassus, Cijantung Jakarta Timur, Jumat 5 April 2013.

Di mata Agus dan rekan-rekan almarhum lainnya, Serka Heru adalah sosok pribadi yang baik dan tidak pernah macam-macam. Dia anggota intelijen Kopassus dan merupakan anggota komunitas intelijen yang tergabung dalam Rapat Koordinasi Intel Daerah (Rakominda).
       
"Dia di kafe itu tidak sedang main, dia sedang ada misi. Namun, dia malah dikeroyok dengan keji, dipukuli, ditendang, ditusuk. Dia sempat minta tolong, tapi tidak ada yang membantu," tuturnya.
      
Pengeroyokan itu terjadi di Hugo's Cafe, Sleman Yogya, 19 Maret 2013 lalu. Marah teman mereka tewas mengenaskan, 11 rekan Heru sesama prajurit Kopassus menuntut balas. Mereka menyerbu dan memberondong Dicky Ambon cs di Lapas Cebongan, Sabtu 23 Maret 2013.

Saat ini, perkara 11 oknum prajurit itu sedang ditangani polisi militer TNI AD. (kd)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
baheramsyah.nurdin
06/04/2013
kalaulah penegakkan hukum itu sudah sesuai dengan aturannya terhadap kejahatan di negara kita ini tentulah tidak akan terjadi kasus penembakan terhadap preman di lapas tersebut...HAM di tegakkan bagi rakyat yang baik dan tertindas tapi kalau preman NO
Balas   • Laporkan
antipremanberseragam
05/04/2013
Pak Jendral.. periksa juga anak buahnya yang banyak jadi preman berseragam...
Balas   • Laporkan
zuhar
05/04/2013
Ayo KOPASSUS gelar pasukan berantas preman2 di yogya dan melebar ke Indonesia rakyat akan mendukungmu, HAM dan KONTRAS biarkan berkoar koar ingat tahun 1982-an ORBA telah membuktikan tanpa HAM dan KONTRAAS Negara damai dan aman. skrng HAM dan KONTRAS kaca
Balas   • Laporkan
ironhide
05/04/2013
Kalo baik ngga nongkrong di cafe boss.. hahaha.. basi !!
Balas   • Laporkan
mayoe | 05/04/2013 | Laporkan
dibaca beritanya yang jelas.. disitu tertulis korban sedang menjalankan misiiii... dasar otak negativ
bukittinggi88 | 05/04/2013 | Laporkan
dasar otak dungu sekolah rendah.. apa tak paham ya pekerjaan intel.. kebanyakan bokep lu ha ha ha ha otak gak jalan
hrefilaisa.nasution
05/04/2013
TERIMAKASIH, kepada siapa saja yang telah berani membalas kejahatan preman. Di luar penjara mereka dibayar untuk membunuh. Di dalam penjara mereka berdagang narkoba. Bagusnya mereka ada di dalam PETI MATI.
Balas   • Laporkan
indoforum.org
05/04/2013
Bebaskan 11 Kopassus penyerang Preman. Bravo Kopassus. Sapu Bersih Preman & Gerakan Separatisme di Indonesia
Balas   • Laporkan
neutralaktif
05/04/2013
wajarlah komandannya belain anak buah, kopassus terlatih kalah dg orang tidak terlatih. walaupun gak logis, tugas tempur masuk cafe walaupun dibilang tidak minum, dokternya tetap bilang ada kandungan alkohol di darah korban. Tidak ada asap, tanpa api
Balas   • Laporkan
jadul | 05/04/2013 | Laporkan
dasar dungu..........kamu ga tau tugas intel...
rpg7
05/04/2013
Harusnya pengumuman ini disampaikaan sesaat korban gugur. Sebab jk saat ini mjd seolah2 alat pembenaran tindakan anggota kopassus [walau saya juga setuju juga dg tindakan anggota kopassus tsb]
Balas   • Laporkan
jadul | 05/04/2013 | Laporkan
dasar dungu kamu ngga tau tugas intel ya... makanya banyak bandar narkoba ketangkap itu karena peran intel... coba kalo intel polisi.. dikasih uang aman deh...
tabir_malam79
05/04/2013
ingat polisi juga preman yg suka malak warga
Balas   • Laporkan
budhibo
05/04/2013
SALUT BUAT KOPASSUS, saya rakyat Indonesia memberikat HORMAT SETINGGI TINGGINYA buat SERKA Anumerta HERU, KOMNAS HAM matanya Buta !! sementara penegak hukum dah terkontaminasi zat ma NARKOBA jadi dah pada mabok, pada gak waraz,
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id