NASIONAL

Waduk Terbesar Kedua Indonesia Mulai Diisi Air September

Relokasi pemukiman warga yang tergenang dilakukan Pemprov Jabar.

ddd
Jum'at, 5 April 2013, 15:41
Air masuk kedalam terowongan turbin pembangkit listrik Waduk Jatiluhur, waduk terbesar Indonesia
Air masuk kedalam terowongan turbin pembangkit listrik Waduk Jatiluhur, waduk terbesar Indonesia (Antara/ Saptono)
VIVAnews - Pemprov Jawa Barat akan menjadi penanggung jawab lahan relokasi warga yang rumahnya terkena genangan Waduk Jatigede, Sumedang.

Proses pembangunan waduk hingga kini sudah memasuki 70 persen dari yang direncanakan. Di mana target bulan September 2013 ini daerah rendaman (genangan) sudah bisa dialiri air.

"Perkembangan saat ini hasilnya bagus, jadi maksud saya dengan diadakannya pertemuan ini untuk percepatan kelancaran pembangunan Waduk Jati Gede," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto usai rapat evaluasi pembangunan Waduk Jatigede, di Gedung Sate Bandung, Jumat 5 April 2013.

Joko menyatakan, Jatigede merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia dengan kapasitas sekitar 90.000 hektare. "Dengan kapasitas tersebut bisa melakukan  panen selama dua kali setahun, banjir juga bisa dicegah. Bahkan untuk listrik sekitar 110 ribu megawatt, sehingga Waduk Jati Gede ini luar biasa manfaatnya," kata Djoko.

Permasalahan yang masih terjadi saat ini, adalah masalah relokasi yang belum selesai, di mana semua masalah menyangkut pembayaran dan pembebasan tanah. "Sudah kami proses dengan relokasi, untuk membangun rumah dan pindah ke tempat relokasi baru yang saat ini sedang disiapkan pihak Pemprov Jabar selaku penanggung jawab masalah relokasi tersebut," kata Kirmanto.

Menteri PU menyatakan, untuk tahap pertama ada sekitar 697 rumah yang akan segera direlokasi, sisanya di tahap dua setelah bulan Februari mendatang. "Saat ini untuk relokasi ada yang sudah dimatangkan dan ada yang belum, sisanya nanti, akan membangun rumah warga yang direlokasi. Pembangunan rumah akan menjadi tanggung jawab APBN," ucapnya.

Terkait banyaknya "rumah hantu" di sekitar area genangan Waduk Jatigede, Djoko memaparkan akan menyelesaikan secara dialog. "Akan kami selesaikan dengan dialog. Dengan legal, rumah mereka yang dibangun kaya apa, bagi mereka yang memang benar perlu dibantu, akan dibantu oleh pemerintah. Namun bagi yang berbohong mengenai rumah hantu tersebut akan kami lakukan pendekatan dialogis," ujar Djoko.

Kementerian PU melihat, permasalahan pembebasan lahan yang selalu menjadi kendala karena sosialisasi yang tidak maksimal dilakukan oleh petugas di lapangan, serta situasi dilematis yang dirasakan petugas. "Ternyata yang kami evakuasi bukan warga asli sana, atau dengan kata lain lahan itu sudah dibeli  atau bahkan milik  saudaranya, maka akan kami jelaskan kembali mekanisme ganti ruginya," katanya.

Pihaknya akan secara selektif memilih, mana rumah yang layak diganti rugi dan mana yang tidak. Karena itu, Djoko optimistis, September waduk sudah mulai digenangi air. "Sangat optimistis dengan kerja keras semua tim, baik pusat maupun provinsi Jabar di mana target peresmian waduk ini sendiri pada bulan Februari 2014 yang akan diresmikan oleh Presiden RI," kata Joko. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id