NASIONAL

Kopassus Dibunuh, Presiden Perintahkan Kapolri Singkirkan Preman

"Jalan-jalan dan tempat-tempat umum harus dibersihkan."
Jum'at, 5 April 2013
Oleh : Anggi Kusumadewi, Dwifantya Aquina
Presiden SBY.
VIVAnews – Presiden Susilo Bambang Yudhyono memberikan arahan khusus kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo terkait penyerangan Lapas Cebongan di Sleman, DIY. Pasalnya, penyerbuan yang menewaskan empat tahanan titipan Polda DIY beberapa waktu lalu berawal dari pengeroyokan anggota Kopassus oleh sekelompok preman di Hugo's Cafe.

SBY memerintahkan Polri bertindak tegas menyingkirkan premanisme dan semua bentuk organisasi kriminal. “Jalan-jalan dan tempat-tempat umum harus bersih dari semua bentuk premanisme yang mengancam harta benda dan nyawa. Warga harus merasa aman di manapun dan di semua waktu, siang dan malam,” kata Presiden SBY melalui Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa, di Jakarta, Jumat 5 April 2013.

SBY mengatakan, ini saat yang tepat untuk menegaskan kembali komitmen pemerintah terhadap rule of law atau aturan hukum. “Untuk menegaskan komitmen kita kepada tegaknya hukum di negeri ini,” ujarnya.

Sebelumnya, SBY juga memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat, agar setiap komandan di semua jajaran TNI memikul tanggung jawab penuh untuk memastikan bahwa setiap prajurit TNI memelihara disiplin dan kehormatan korps TNI.

“Pembinaan kepada para prajurit harus dilakukan secara terus menerus. Komandan peleton hingga komandan batalyon harus secara langsung mengenal anggotanya dengan baik. Moral prajurit harus dipelihara,” kata dia.

SBY juga meminta kasus ini menjadi pelajaran penting bagi para komandan di lingkungan TNI, agar tidak ada lagi personel TNI yang melanggar hukum publik karena menganggap dirinya berada di atas hukum.

Penyerang Lapas Cebongan Sleman dipastikan anggota Kopassus Grup Dua Kandang Menjangan, Kartosuro. Ketua Tim Investigasi TNI Brigjen TNI (CPM), Unggul K Yudhoyono, mengatakan penyerangan itu terjadi seketika dilatarbelakangi jiwa membela kesatuan, setelah pelaku mendengar salah satu anggotanya, Serka Heru Santoso, ditusuk kelompok preman di Hugo's Cafe hingga tewas.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found