NASIONAL

"Kasus Cebongan, Aparat Sendiri yang Permainkan Hukum"

Publik akan mencontoh aparatnya untuk main hakim sendiri.

ddd
Jum'at, 5 April 2013, 06:18
Sejumlah polisi bersenjata lengkap bersiaga setelah terjadi penyerbuan di Lapas 2B Cebongan, Sleman, Yogyakarta.
Sejumlah polisi bersenjata lengkap bersiaga setelah terjadi penyerbuan di Lapas 2B Cebongan, Sleman, Yogyakarta. (ANTARA/Sigid Kurniawan)
VIVAnews -  Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon menyatakan, kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan bahwa hukum di Indonesia masih lemah. Dia prihatin karena pelaku penyerbuan itu adalah oknum aparat.

"Ternyata para aparat sendirilah yang masih sering mempermainkan hukum," kata Fadli kepada VIVAnews, Kamis malam 4 April 2013.

Fadli memperingatkan, kasus semacam ini bisa memicu ketidakpercayaan publik terhadap hukum. Apalagi jika tidak diselesaikan dengan adil. Efek lanjutannya, kata dia, publik pun akan mencontoh aparatnya untuk main hakim sendiri.

Untuk menghindari hal itu, para pelaku yang mempertanggungjawabkan kejahatan yang mereka perbuat. Apapun alasannya, eksekusi seperti yang dipraktikkan oknum Kopassus itu tidak dapat dibenarkan. "Ini harus jadi pelajaran bersama agar tidak terulang," imbuhnya.

Catatan hitam kekerasan
aparat
Dia menilai, kasus penyerbuan lapas yang menewaskan 4 tahanan itu menambah panjang daftar hitam kekerasan aparat di Indonesia. Di tengah kepercayaan publik pada instansi negara yang tengah menurun, kata Fadli, "Fakta ini bisa membuat skeptisisme publik terhadap negara semakin bertambah."

Ke depan, dia menekankan perlu adanya penelitian mencari akar masalah, mengapa kekerasan kerap jadi jalan pintas menyelesaikan persoalan hukum. "Terutama ketika itu melibatkan oknum antar instansi negara."

TNI dan Polri, menurut dia, perlu banyak melakukan sinergi mengatasi praktik kekerasan yang dilakukan oleh oknum di instansi masing-masing.

Diberitakan sebelumnya, Tim Investigasi bentukan TNI mengungkapkan bahwa 11 oknum Kopassus dari Grup II Kartosuro, terlibat dalam penyerangan lapas, 23 Maret lalu. Baca selengkapnya hasil tim investigasi TNI di tautan ini.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
cengceng
05/04/2013
FADLI ZON LUPA,BOSS GERINDRA ITU MANTAN DANJEN KOPASSUS.SAYA SETUJU PREMAN2 DIBASMI DENGAN CARA2 YANG KERAS,TEGAS
Balas   • Laporkan
rpg7
05/04/2013
Salah dan benar tindakan kopassus tergantung kacamata yg melihat, jk politisi ya jelas salah itu tindakan ttp buat rakyat yang haus akan keadilan tentu akan membenarkan tindakan tsb. Semua kembali ke keadilan yg diperjual belikan dg uang
Balas   • Laporkan
tonee
05/04/2013
bung fadli,anda dapat salam dari Ozzy Osbourne,salam 'FUCK YOU' buat anda
Balas   • Laporkan
zuhar
05/04/2013
Pada Pemilu 2014 jangan pilih Fadli Zon dr GERINDRA yg telah melecehkan kewibawaan KOPASUS sebagai pengamanan NKRI. Ini merupakan awal schok terapi bg preman, masak preman sekarang malah di pelihara dimana rasa aman kalau preman bantai keamanan NKRI
Balas   • Laporkan
saktisasha
05/04/2013
viva ini gmn seh komen dikit aja kena filter
Balas   • Laporkan
babi-ngepet
05/04/2013
jangan melecehkan wibawa aparat terutama " KOPASSUS ", bagaiaman tidak senewen komndan dia di bunuh secara keji, menjaga kehormatan dan harga diri korps, ya seperti itu
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com