NASIONAL

"Ungkap Benang Merah Penyerbuan Lapas Cebongan"

Kasus pengeroyokan anggota Kopassus di Hugo's Cafe harus diusut dulu.

ddd
Senin, 1 April 2013, 18:48
Sejumlah petugas melakukan olah TKP setelah terjadi penyerbuan di Lapas 2B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3/2013).
Sejumlah petugas melakukan olah TKP setelah terjadi penyerbuan di Lapas 2B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3/2013). (ANTARA/Sigid Kurniawan)

VIVAnews - Kasus penyerbuan sekelompok orang tak dikenal ke Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), 23 Maret lalu dinilai memiliki benang merah dengan kasus pengeroyokan di Hugo's Cafe, empat hari sebelumnya. Dalam pengeroyokan di cafe itu, seorang anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Serka Heru Sentosa tewas ditusuk.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Dianto Bachriadi menilai, kasus Hugo's Cafe harus diusut lebih dulu untuk mengungkap penyerangan Lapas Cebongan. Ada benang merah yang harus ditarik ke kasus Hugo's Cafe.

"Ada kepentingan apa di sana (kasus Hugo's Cafe). Siapa saja yang mempunyai interest di sana?" kata Dianto, Senin 1 April 2013.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Hamidah Abdurrahman. "Siapa yang ada di Hugo's Cafe, dari kalangan TNI kah atau kepolisian?  Nah, orang-orang inilah yang harus diperiksa oleh kepolisian."

Tapi, dia menyayangkan kafe tersebut sudah tutup sehingga sulit meminta keterangan pemilik dan pegawai untuk memastikan siapa saja yang ada di situ.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat tahanan yang tewas dalam penyerbuan kelompok bersenjata, Sabtu dinihari 23 Maret lalu itu merupakan tersangka kasus pengeroyokan Heru Sentosa. Keempatnya dikenal sebagai preman.

Di luar wewenang polisi?

Kompolnas mengakui lambatnya pengungkapan kasus penyerangan ke Lapas Cebongan karena terbentur kewenangan yang dimiliki oleh kepolisian. Pengungkapan kasus Hugo Cafe hanya membutuhkan waktu 2x24 jam, namun kasus penyerbuan lapas Cebongan, hingga kini masih bergulir.

"Kami bongkar semua, kami baca semua dokumen-dokumen ya ternyata itu memang berada di luar kewenangan mereka (polisi)," kata anggota Kompolnas, Hamidah.

Namun, dia tidak menjelaskan, benturan kewenangan polisi itu. Apakah terbatasnya kewenangan itu karena terkait pelakunya dari sebuah kesatuan, Hamidah enggan mengatakannya secara jelas.

"Kesatuan lain kan bisa TNI atau bisa mana-mana tetapi persoalannya adalah siapa yang memiliki motif terhadap terbunuhnya 4 orang ini, itu kata kunci nya," katanya.(umi)

 

 

 

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
pecasndahe
04/04/2013
kebanyakan orang pintar tapi sedikit yang ngerti
Balas   • Laporkan
xpagecore
02/04/2013
Kepolisian RI , BELOM DAPAT MENGUNGKAP kasus tersebut , SEDEMIKIAN PARAH kondisi Intelgency Kepolisian RI
Balas   • Laporkan
tantokw
02/04/2013
PADA DASARNYA BANYAK ANGGOTA TNI/POLRI YANG SUDAH BOBROK MORALNYA...MEREKA JADI BEKING BANDAR NARKOBA DAN PENGUSAHA HIBURAN...AKHIRNYA TERJADI PERSAINGAN DILAPANGAN SAMPAI BERDARAH2...PECAT KOMANDAN TNI POLISI YANG TERLIBAT KASUS HUGO'S KAFE&CEBONGAN !!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru