NASIONAL

Danrem 072/Pamungkas: Kami Tak Punya Senapan AK-47

AK-47 adalah senapan serbu yang digunakan penyerang Lapas Cebongan.

ddd
Kamis, 28 Maret 2013, 09:54
Lapas Cebongan dijaga ketat personel TNI dan Brimob usai diserbu kelompok bersenjata misterius.
Lapas Cebongan dijaga ketat personel TNI dan Brimob usai diserbu kelompok bersenjata misterius. (ANTARA/Sigid Kurniawan)

VIVAnews – Kelompok misterius penyerang Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyandang senapan laras panjang AK-47 ketika menjalankan aksinya. Dengan senapan itu, mereka mengancam petugas Lapas dan mengeksekusi empat tahanan titipan Polda DIY yang menjadi target operasi.

Belum terungkapnya siapa penyerbu Lapas Cebongan tersebut, membuat masyarakat menduga-duga dan berspekulasi soal pelaku. Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Adi Wijaya mengatakan, TNI tidak menggunakan senapan serbu AK-47.

“Korem 072/Pamungkas yang memiliki wilayah tugas di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Eks Karesidenan Kedu (Jawa Tengah) tidak ada yang menggunakan senjata jenis AK-47. Jadi masyarakat jangan terkecoh oleh isu yang menyesatkan,” kata dia, Kamis 28 Maret 2013.

Adi Wijaya juga mengklarifikasi rumor soal rencana sweeping oleh pihaknya terhadap warga Nusa Tenggara Timur di Yogyakarta. Ia menjamin tidak akan ada sweeping terhadap warga NTT maupun etnis dan komunitas lainnya di manapun. “Jangan cemas, itu hanya isu belaka karena kita tidak punya agenda operasi sweeping warga NTT,” ujar Danrem.

Ia berharap masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya ke tengah warga, karena hasilnya malah akan menyudutkan salah satu pihak dan membuat resah banyak pihak. “Jadi kalau tidak tahu benar, jangan memberikan informasi itu. Biarlah penyelidikan berjalan untuk mengungkap siapa pelakunya,” kata Danrem.

Untuk diketahui, keempat tahanan Lapas Cebongan yang tewas diberondong peluru seluruhnya berasal dari NTT. Mereka adalah Hendrik Benyamin Sahetapy Engel alias Dicky Ambon (31 tahun), Yohanes Juan Mambait alias Juan (38 tahun), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29 tahun), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33 tahun).

Keempatnya menjadi tersangka kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang prajurit TNI, anggota Detasemen Pelaksana Intelijen Kodam IV Diponegoro, Sersan Kepala Heru Santosa, di Hugo’s Café, Sleman. Mereka dikenal sebagai geng preman NTT yang amat berkuasa di Yogya dan sepanjang Jalan Solo-Yogyakarta.
   
Baca catatan hitam para korban tewas Lapas Cebongan itu di sini.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
sugarfree
28/03/2013
Perilaku barbar, dari tingkat elit hingga akar rumput, menyedihkan
Balas   • Laporkan
djokoprawiroatmodjo
28/03/2013
Setuju Mr.Geofani Imanuel ! Nanti utk Pres y.a.d. lbh baik jg mantan militair dmn mrk uda tau jd pemimpin itu spt apa. Diantara Wiranto,Sutiyoso dan Prabowo saya pilih yg terachir krn selama ini dia selalu tegas dlm hal politik.Moga2 beliau terpilih!
Balas   • Laporkan
khinoy
28/03/2013
sikat habis saja preman di seluruh Indonesia...kami rakyat Indonesia yg merasa resah oleh perilaku mereka mendukung TNI untuk membabat habis para preman...Bravo TNI
Balas   • Laporkan
babi-ngepet
28/03/2013
INI KESALAHAN DARI AWAL, PREMAN BANYAK DIPAKAI PEJABAT, DIBEKING APARAT, YA INI HASILNYA..DIA SENDIRI KEMAKAN SAMA PREMAN.KALAU MEMANG DARI AWAL SUDAH DISIKAT YA NGGA RIBET SEPERTI INI...SALAH SENDIRI, SEKARANG BARU RIBUT SIAPA BENAR-SALAH !!!!!!
Balas   • Laporkan
zuhar
28/03/2013
SBY berani gak jalankan petrus spt 1982 an, kalau berani berarti SBY pahlawan bagi rakyat Indonesia
Balas   • Laporkan
manitou | 28/03/2013 | Laporkan
nyanyi lalu nina bobok dulu mas setelah itu mungkin bisa jadi kenyataan.. di mimpi anda wkwkwk
fadlykurnia
28/03/2013
Preman di jakarta sudah banyak yg punya senjata ilegal, kemungkinan di seluruh daerah premannya begitu juga. itulah akibatnya pembiaran dari pemerintah dan aparat hukum sehingga preman menjamur dan bersenjata...Lanjutkan mas bro...di jakarta lebih banyak
Balas   • Laporkan
cengceng
28/03/2013
KALAU MW BERSIHIN PREMAN MEMANG HARUS BGT CARANYA BIAR KAPOK DAN BALIK LAGI KE KAMPUNG HALAMANNYA
Balas   • Laporkan
nrimo | 28/03/2013 | Laporkan
Mudah2an anda tidak sengaja terkena sasaran tembak. Kl mati konyol yang enggak perlu tanggung jawab.
wong_sugih
28/03/2013
saya dukung TNI menumpas premanisme. kapan aksinya dijakarta pak..??
Balas   • Laporkan
arekndableg | 28/03/2013 | Laporkan
setuju di jakarta masih banyak preman bersenjata... lanjutkan..
cupcup
28/03/2013
Utk memakai AK47 gak perlu punya jendral....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru