NASIONAL

Satu Proyektil Penembak Brutal Ditemukan Lagi di Lapas Sleman

Proyektil ini ditemukan petugas yang sedang bersih-bersih.

ddd
Rabu, 27 Maret 2013, 18:37
 Ketua Komnas HAM, Siti Nurlaila (tengah) memberi keterangan kepada wartawan di Lapas 2B Cebongan, Sleman, DIY.
Ketua Komnas HAM, Siti Nurlaila (tengah) memberi keterangan kepada wartawan di Lapas 2B Cebongan, Sleman, DIY. (ANTARA/Sigid Kurniawan)
VIVAnews - Petugas Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, menemukan satu butir peluru yang tercecer di Sel Blok A-5,  Rabu 27 Maret 2013. Di blok itu lah empat tahanan ditembaki secara brutal oleh sekelompok bercadar, Sabtu pekan lalu.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Siti Nurlaila mengatakan, proyektil itu ditemukan seorang petugas yang sedang membersihkan lokasi penembakan. Rencananya, penjara itu akan kembali dihuni 31 tahanan.

"Satu proyektil peluru itu ditemukan kemarin," kata Siti Nurlaila di Polda DIY, Rabu 27 Maret 2013. Proyektil itu selanjutnya diserahkan kepada Polda DIY sebagai barang bukti dan bahan penyelidikan lebih lanjut.

Komnas HAM juga ingin berkoordinasi dengan Polda mengenai temuan-temuan paska penembakan di lapas itu dan meminta jaminan keamanan bagi warga Nusa Tenggara Timur yang tinggal di Yogyakarta. "Mereka yang tinggal di Yogya hingga sekarang masih was-was," tukasnya.

Siti kembali menegaskan adanya indikasi pelanggaran HAM pada insiden yang menewaskan empat tahanan itu. "Saat ini juga belum ada bukti baru. Namun kami yakin dengan bukti-bukti yang ada, kasus pelanggaran HAM berat ini akan terungkap."

Keempat tahanan yang tewas tersebut merupakan titipan Polda DIY. Mereka adalah tersangka kasus pengeroyokan anggota Kopassus, Serka Heru Sentosa, 19 Maret sebelumnya. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
antipreman
28/03/2013
Waspada!!!ada preman ter-organisasi yg berkoalisi dgn salah satu partai politik. Klo sampai partai politik itu menang, bisa ancur Indonesiaku tercinta..!!
Balas   • Laporkan
wawakiy
28/03/2013
Team KOMNAS HAM ini cuman jualan Mulut BAU, gmana mahasiswa yang dicongkel matanya ama tuh preman, gmana yang dibunuh ama tuh preman, KOMNAS HAM cuman CONGUOR PANAS
Balas   • Laporkan
elangnusantara
27/03/2013
HAM untuk siapa bu, pernah kepikiran ga HAM untuk para korban preman itu,biarkan saja para bedebah itu mati, tanpa perlu proses pengadilan, dari catatan kejahatan masa lalunya semua orang sudah tahu mereka adalah para bedebah yang pantas mati
Balas   • Laporkan
babi-ngepet
27/03/2013
ngga peduli, ngga ngerti, cuek ahhh...biarin saja mau diusut, di biarin...tetap golput
Balas   • Laporkan
minal
27/03/2013
jangan-jangan penemuan peluru diatas itu modus, untuk membiaskan hasil bukti peluru yang pertama! ada magsud tertentu!..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id