NASIONAL

Efek Buruk Penyerangan LP Cebongan

Pelaku beraksi dengan senjata, tampak rapi dan terlatih.

ddd
Rabu, 27 Maret 2013, 17:42
Sejumlah Polisi bersenjata lengkap bersiaga setelah terjadi penyerbuan di Lapas 2B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3/2013).
Sejumlah Polisi bersenjata lengkap bersiaga setelah terjadi penyerbuan di Lapas 2B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3/2013). (ANTARA/Sigid Kurniawan)
VIVAnews - Anggota Koalisi Tokoh dan Masyarakat Sipil Hendardi menduga pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta adalah anggota Kopassus. Sebab, pelaku beraksi dengan senjata, tampak rapi dan terlatih.

"Pantas diduga dilakukan oleh anggota Kopassus. Mereka menggunakan bahasa-bahasa komando," kata Hendardi dalam pernyataan sikap bersama di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu 27 Maret 2013.

Ketua Badan Pengurus Setara Institute itu mengatakan bahwa insiden tersebut bukan saja mengakibatkan demoralisasi lembaga kepolisian dan kemasyarakat, tetapi juga menciptakan ketakutan luar biasa kepada publik.

"Efeknya menggambarkan wibawa hukum dan penegakan hukum telah berada pada titik terendah," ujarnya.

Hendardi menilai respons yang diberikan oleh petinggi TNI justru kontra produktif. Dia melihat mereka tidak segera melakukan investigasi mendalam tetapi malah sibuk membuat bantahan.

"Melempar tangung jawab bahwa peristiwa ini peristiwa biasa," katanya.

Hendardi kemudian meminta anggota TNI yang melakukan pelanggaran pidana umum agar diadili melalui pengadilan umum. Selama ini, katanya, ada problem yang paling mendasar yaitu setiap melakukan pelanggaran atau pidana umum mereka tidak bisa diadili di peradilan umum.

"Peristiwa ini harus jadi momentum peradilan militer menjadi peradilan umum jika TNI melakukan tindak pidana umum. Semua warga negara sama di hadapan hukum," katanya.

Hadir dalam pernyataan sikap tersebut adalah sejumlah tokoh masyarakat sipil, antara lain, Thamrin Amal Tomagola, Otto Nur Abdullah, Bambang Widodo Umar, Ikhrar Nusa Bakti, Al Araf, Haris Azhar, dan lainnya. (adi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
elangnusantara
27/03/2013
"insiden tersebut bukan saja mengakibatkan demoralisasi lembaga kepolisian dan kemasyarakat, tetapi juga menciptakan ketakutan luar biasa kepada publik" KATA SIAPA ? PUBLIK YANG MANA DARI CATATAN KEJAHATAN YANG TELAH DILAKUKAN MEREKA PANTAS MATI
Balas   • Laporkan
abdullah77
27/03/2013
Doni Rido....mereka kan lg di proses ata kasus pembunuhan Anggota kopasus, berarti kasus itu telah ditangani bukan gak di gubris, kmu salah komen, yg menjadi masalah kenapa mereka ud di penjara dan sedang menjalani proses hukum, malah di eksekusi mati.
Balas   • Laporkan
akukau
27/03/2013
yg bener efeknya kayak gini sama aparat saja berani apa lgi sesama rakyat
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru