NASIONAL

Sultan akan Persulit Izin Pembangunan Asrama Etnis di Yogya

"Jangan tinggal di asrama, di kos saja supaya membaur antaretnis."

ddd
Rabu, 27 Maret 2013, 15:46
Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X.
Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X. (Antara/ Regina Safri)

VIVAnews – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X, berang karena Yogyakarta menjadi ajang perkelahian geng-geng etnis tertentu. Ia pun meminta para pendatang yang ada di Yogya untuk berkomitmen menjunjung keharmonisan di kota gudeg itu.

Sultan meminta para pendatang di Yogya, baik pelajar maupun pekerja, untuk berbaur dengan masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka. Bergaul hanya dengan etnisnya saja, menurut Sultan akan membuat kaum pendatang kurang berinteraksi dengan warga sekitar dan memunculkan soliditas internal etnis yang tinggi.

Terkait hal itu pula, Sultan memerintahkan agar pembangunan asrama etnis di Yogya dibatasi. “Saya imbau kepada para Bupati dan Walikota di Yogya untuk mempersulit izin pembangunan asrama yang menampung etnis tertentu, karena asrama etnis menjadi salah satu sumber terjadinya konflik,” kata Sultan, Rabu 27 Maret 2013.

Penghuni asrama etnis, ujar Sultan, akan cenderung tidak bergaul dengan masyarakat sekitarnya. Sultan meminta pelajar asal luar Yogya untuk tinggal di kos saja, sebab penghuni kos terdiri dari banyak etnis dari berbagai daerah sehingga mereka akan saling berbaur. “Saya berpesan pada mahasiswa dari daerah manapun untuk tidak tinggal di asrama. Kos lebih baik dari asrama,” kata dia.

Sultan juga punya satu pesan lagi bagi para mahasiswa dari luar Yogya.
“Mahasiswa dari Kalimantan, Batak, Papua, NTT, dan luar Jawa lain, janganlah menjadi orang Jawa karena bukan orang Jawa. Tapi jadilan mahasiswa Batak yang baik, mahasiswa NTT yang baik,” ujar Sultan.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
predy
27/03/2013
pesan ini khusus untuk orang2 TIMUR! satu "peringatan" dah kalian terima! harap perbaiki kelakuan kalian...kalau tidaak mau ada SP2 dan akhirnya SP3!
Balas   • Laporkan
lakss
27/03/2013
Saya Setuju dengan pandangn Kanjeng Sultan HW X. kalau berkumpul dengan satu etnis dalm satu rumah memang akan mengakibatkan solidaritas etnis yang tinggi.
Balas   • Laporkan
hilalhar
27/03/2013
apalagi mhs yg paling timur tuh, makan aj gk pernah bayar, ampe nunggak banyak bgt. kelakuanya ky monyet.. CUUIIHH..!!
Balas   • Laporkan
frogman
27/03/2013
setuju Sultan....kalo perlu, diseluruh Indonesia ini jangan ada lagi yg model kayak begitu....biar berbaur semua....apaan pake nama asrama A...asrama B....ga ada tuh...yg boleh cuma satu...asrama INDONESIA
Balas   • Laporkan
babi-ngepet
27/03/2013
Kulo Nuwon Kanjeng Sultan, saran yang benar2 bagus, satu lagi Kanjeng, Cafe jangan sekali2 dikasi ijin, kan kota pelajar, kok ada Cafe, Perpustakaan dibikin sebanyak2 nya. itu juga Kopassus ngapain ke Cafe,kan pasti jadi petaka.
Balas   • Laporkan
frogman | 27/03/2013 | Laporkan
ga gitu juga kaleeee....disamping kota pelajar, Jogja jugakan salah satu tujuan wisata, yg penting bgmn masyarakat Jogja bisa menjaga keamanan kotanya...
k2000e
27/03/2013
ini baru pemimpin yang berkualitas... di indonesia, khususnya JABODETABEK mulai ada perumahan untuk agama tertentu, dan anehnya disetujui oleh pemerintahnya.. Mau jadi apa negeri ini ?
Balas   • Laporkan
frogman | 27/03/2013 | Laporkan
udah lama itu sih...coba cek di Karawaci, ada perumahan yg misalnya cuma org yg beragama Z aja yg boleh beli disitu....dr pinggir tol juga keliaTAN...
desira
27/03/2013
Setuju! Mending yang dibangun itu pusat budaya. Jadi yang se-etnis kalau mau kumpul kangen atau sosialisasi bisa ke sana. Tapi mungkin kalau ada asrama lebih murah ya... untuk yang dapat bea-siswa dari pemdanya perlu dipikirkan jug
Balas   • Laporkan
iskakj12
27/03/2013
....betul, kalaupun dibangun harus ditengah-tengah kampung dan tidak boleh ada tembok tinggi (harus berupa cluster)
Balas   • Laporkan
bahasyir
27/03/2013
Setuju Kanjeng Sultan, kalau perlu yang sudah terlanjur ada diminta untuk menerima penghuni dari segala etnis dan agama, supaya arogansi etnis dan agama terkikis.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id