NASIONAL

Ada 14.000 Warga NTT di Yogya, Mereka Was-was

Tokoh Papua dan NTT mengutuk keras aksi penyerangan di lapas.

ddd
Selasa, 26 Maret 2013, 22:10
solidaritas anti kekerasan merespons kasus penembakan empat orang di dalam Lapas Cebongan
solidaritas anti kekerasan merespons kasus penembakan empat orang di dalam Lapas Cebongan (ANTARA/Regina Safri)
VIVAnews - Kasus tewasnya empat tersangka tahanan titipan Polda DIY yang kesemuanya berasal dari NTT dinilai tokoh Papua di Yogyakarta, Beni Demara, ibarat tanam keburukan maka keburukan yang akan dipanen. Namun demikian sebagai orang Papua yang tinggal di Yogyakarta tindakan brutal dengan menyerang dan membunuh tahanan didalam lapas merupakan hal yang harus dikutuk.

“Ini ibarat menanam kebaikan maka akan kita panen kebajikan dan ibarat menanam keburukan maka keburukan yang akan kita panen. Namun kita mengutuk aksi bar-bar yang terjadi di lapas Cebongan,” kata Beni saat melakukan dialog dengan sejumlah tokoh masyarakat di Kodim Sleman, DIY, Selasa 26 Maret 2013.

Beni mengatakan, dia tidak menutup-nutupi  banyak orang luar Jawa yang tinggal di Yogyakarta terlibat tindakan kriminal. “Kalau saya lihat di beberapa CCTV tentang kejadian kriminal maka yang terlibat terbanyak itu orang Papua kemudian orang NTT,” katanya.

Kondisi inilah, kata Beni, yang menggerakkan para tokoh masyarakat di Papua yang ada di Yogyakarta untuk meningkatkan komunikasi dengan orang-orang Papua yang ada di Yogyakarta.

“Kita sering mengadakan pertemuan dengan mahasiswa dari Papua yang tinggal di Kota Yogyakarta dan hasilnya tindakan kekerasan itu berkurang,” kata dia.

Menurutnya, mahasiswa Papua menuntut ilmu di Yogyakarta  agar mereka pandai, cerdas sehingga ilmu itu bisa untuk membangun Papua. “Kita ingin masyarakat Papua itu tidak cepat naik pitam dalam menghadapi masalah. Kita ingin masyarakat Papua yang menuntut ilmu di Yogyarka membawa kultur budaya Jawa ke Papua sehingga tidak cepat naik pitam,” katanya.

Lama sebelum kejadian pengeroyokan di Hugo’s Café, kata Beni, dia pernah berbicara dengan Deki salah satu korban tewas di Lapas Cebongan. Deki mengaku punya beberapa permasalahan yang sulit dipecahkan.

“Saya mencoba memberikan solusi, namun jika solusi itu tidak berhasil maka serahkan saja kepada Tuhan,” kata Beni yang kini menjadi seorang pendeta di salah satu gereja Kristen di Yogyakarta.

Max Nani, ketua Ikatan Keluarga Belu, NTT menyatakan apa yang terjadi pada saudaranya sesama warga NTT mengamini pernyataan Beni.

“Ya mungkin pepatah itu ada benarnya juga karena kita semua tahu siapa korban yang tewas akibat serangan gerombolan bersenjata di Lapas Cebongan itu,” katanya.

Namun yang disayangkan, kata dia, kasus tersebut merembet kesemua orang NTT yang ada di Yogyakarta. Padahal ada sekitar 14.000 warga NTT di Yogyakarta, baik yang sedang sekolah SMA, kuliah ataupun bekerja di Yogyakarta.

“Kita was-was dengan kejadian itu. Kita mendapatkan teror meski kita tak tahu menahu dan tak kenal dengan korban yang ada di Lapas Cebongan," katanya. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
jadul
27/03/2013
ya kalu ngga bersalah ya nda usah takut... targetnya kemarin kan sdh jelas... yang penting kita saling menghormati, saling mengargai... dimanapun kita berpijak pasti akan aman, damai dan tenteram.
Balas   • Laporkan
prm76
27/03/2013
asas kl mau hidup di jawa. santun berbalas sopan. menghargai dibalas dihormati. melayani dibalas disegani. rese dibalas sabar. kebangetan di usahain masuk bui.kalo resek lagi diusahain masuk bumi
Balas   • Laporkan
danildan
27/03/2013
kalo masi ada yg mau menggangu kami tolong kasih kami senjata biar kami jaga diri kami sendiri.By pemuda timor
Balas   • Laporkan
wawakiy | 27/03/2013 | Laporkan
eh kamu berarti tidak sadar2, bisa baca kata2 diatas gak dari pendeta, pernyataan itu sangat bijaksana, klo tidak sadar juga serta kelakuan tidak ada sopan santun, siap2 aja (tau sopan santun kan)
ki.gde.bawor
27/03/2013
jogja adalah Indonesia selama kita g berbuat masalah dimanapun pasti aman
Balas   • Laporkan
belakebenaran
26/03/2013
nggak usah takut kalo mmg kita tdk bikin ribut
Balas   • Laporkan
minal
26/03/2013
kasus penembakan hanyalah oknum!! utk warga NTT yg di jogja tidak usah takut!! jogja tetap berhati nyaman!! orang jogja cinta damai jangan peduliin coment2 yg tidak bermutu dan minus kwalitas!! bhineka tunggal ika!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru