NASIONAL

Komnas HAM: Napi Lapas Cebongan Kini Khawatir Nasib Keluarganya

Petugas, tahanan dan napi masih trauma, terutama penghuni sel A5.

ddd
Selasa, 26 Maret 2013, 21:31
ejumlah polisi bersenjata lengkap bersiaga setelah terjadi penyerbuan di Lapas 2B Cebongan, Sleman.
ejumlah polisi bersenjata lengkap bersiaga setelah terjadi penyerbuan di Lapas 2B Cebongan, Sleman. (ANTARA/Sigid Kurniawan)
VIVAnews - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia melakukan penyelidikan di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Hasil investigasi Komnas HAM menemukan sejumlah pelanggaran berat dalam kasus penyerangan lapas yang menewaskan empat tahanan itu.

Selain menghilangkan hak hidup warga negara yang tengah menjalani proses hukum, pelaku juga melakukan penyiksaan serta penganiayaan terhadap petugas LP Cebongan.

"Kita datang ke Lapas Cebongan dan melakukan rekontruksi ulang. Ada laporan penganiayaan petugas, termasuk perampasan sejumlah barang inventaris milik LP Cebongan maupun petugas seperti monitor, CCTV, server bahkan ada 4 handphone milik petugas yang dirampas," kata Siti Nurlaela, Ketua Tim Komnas HAM usai melakukan rekonstruksi ulang di Lapas Cebongan, Selasa 26 Maret 2013

Siti mengatakan, petugas, tahanan dan narapidana masih tampak terasa trauma, terutama bagi tahanan yang berada di Blok A 5 Anggrek, tempat eksekusi 4 tahanan dilakukan. Selain trauma melihat langsung, tahanan mempertanyakan pula proses pemeriksaan pasca kejadian oleh polisi. "Para tahanan juga merasa khawatir keluarganya yang berada di luar tahanan," katanya.

Atas temuan tersebut, Komnas HAM segera mengirimkan surat kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) agar bisa memberikan rasa aman. Sejumlah temuan baru, yang terungkap diantaranya, soal keterangan sosok pelaku atau gerombolan bersenjata.

"Saksi memberikan keterangan, para pelaku sempat menyusul Margo Utomo, Kepala Keamanan LP dari rumahnya, memaksa tunjukan lokasi penahanan 4 tersangka titipan polisi, ditendang, dipukul, di popor lalu diseret," jelasnya

Gerombolan bersenjata berjumlah 17-an orang tersebut membawa senjata laras panjang, membawa granat di rompi hitam, membawa HT dan memakai penutup kepala (sebo). Satu orang bertindak sebagai eksekutor.

"Yang jelas gerombolan itu, terlatih dan profesional. Namun kita belum ambil kesimpulan," katanya.

Sarminda, istri Kepala Keamanan LP Cebongan (Margo Utomo), kepada wartawan memberikan keterangan gerombolan bersenjata, orang-orangnya tegap, memakai rompi dan bersepatu pakaian dinas lapangan.

"Pakai sepatu seperti yang biasa dipakai Bapak (suaminya). Peristiwa berjalan cukup cepat dan menegangkan. Suasana malam yang sepi, berubah mengerikan, apalagi terdengar letusan senjata," katanya. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
akukau
27/03/2013
ham..ham...ham..ham...ham...ham..ham..ham
Balas   • Laporkan
didi7239
27/03/2013
Target operasi sudah jelas. kenapa harus membawa-bawa tahanan lain. gak perlu was-was. kalo target bersifat random. sudah jelas tuh semua tahan ditembak mati. tapi nyatanya kan enggak. gak usah di putar sini putar sana beritanya..
Balas   • Laporkan
anton_sudarwo
26/03/2013
ini akibat ulah anda sendiri tapi kalau anda menghormati dan tidak bertingkah anda akan dihormati juga di negeri orang
Balas   • Laporkan
wawakiy | 27/03/2013 | Laporkan
betul aku setuju, kita bisa bersikap maka kita bisa diterima dimanapun berada, tapi klo sok preman, aku setuju dimusnahkan,
wawakiy
26/03/2013
HAM ini payahhhhh, masyarakat dihajar preman HAM mana, preman dihajar militer HAM, tenan
Balas   • Laporkan
minal
26/03/2013
kasus penembakan hanyalah oknum!! utk warga NTT yg di jogja tidak usah takut!! jogja tetap berhati nyaman!! orang jogja cinta damai jangan peduliin coment2 yg tidak bermutu dan minus kwalitas!! bhineka tunggal ika!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id