NASIONAL

Serangan Lapas, Sultan: Apa Masyarakat Yogya Sudah Sangat Brutal?

"Saya prihatin dengan serangan yang terjadi di Lapas Cebongan."

ddd
Selasa, 26 Maret 2013, 19:24
Sri Sultan Hamengku Buwono X tak habis pikir kekerasan terus terjadi
Sri Sultan Hamengku Buwono X tak habis pikir kekerasan terus terjadi (Antara/ Regina Safri)
VIVAnews - Kekerasan terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penyerangan Lapas Cebongan oleh kelompok bersenjata menewaskan empat tahanan titipan Polda DIY.

Banyaknya aksi kekerasan di tanah Yogyakarta menjadi perhatian serius Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Raja Keraton Yogyakarta yang akrab disapa Ngarso Dalem itu sangat prihatin di wilayahnya kerap terjadi aksi kekerasan.

"Kenapa kekerasan terus berlangsung di Yogya? Apakah masyarakat Yogya sudah sedemikian brutal? Atau tidak mengerti peradaban. Itu yang bagi saya tidak tahu," kata Sri Sultan di Kepatihan, Yogyakarta, Selasa 26 Maret 2013.

Sri Sultan menilai, aksi kekerasan yang terus terjadi akan mencoreng nama baik Yogyakarta. Dia mempertanyakan kenapa penyelesaian setiap masalah harus diselesaikan dengan kekerasan, yang justru mengakibatkan banyak korban.

"Saya prihatin dengan serangan yang terjadi di Lapas Cebongan. Namun juga saya prihatin mengapa selalu tumbuh terus menerus kekerasan tanpa bisa diselesaikan. Kenapa kita selalu menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi dengan kekerasan, bukan dengan dialog," ujarnya.

Oleh karena itu, dia berharap agar semua aksi kekerasan dihentikan. Segala bentuk pelanggaran harus segera diproses hukum, agar tidak kembali terulang.

"Katanya Yogyakarta kota pendidikan, kota budaya. Tapi, sering kali berperilaku dengan kekerasan. Saya tidak mau kekerasan itu terjadi. Pemerintah mosok kalah dengan pelaku kekerasan." (umi)




© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
wawakiy
26/03/2013
mentang2 masyarakat jogja halus2, disalah artikan sama yang berwatak keras2, inget sekalu kehalusan itu diganggu bisa fatal, inget penjajah yang gak berani macam2 hanya ama ini keraton, so tinggal di jogja jangan macam2 lagi
Balas   • Laporkan
didi7239 | 27/03/2013 | Laporkan
gimana mau macam2... lah penjajah masuk, nih kraton langsung tunduk.. ngapain di jajah kalo udah nyerah duluan... baca sejarah donk lae
babi-ngepet
26/03/2013
sy dulu pernah kuliah di yogya thn 90an, semua damai, makan malam di angkringan jam 00, semua ok2 saja, benar2 menikmati apa itu yogya,cafe tolong di tertibkan.cafe biang kerok keributan, kumpulnya preman dll, harus di tertibkan, bila perlu di hapus !!!
Balas   • Laporkan
ki.gde.bawor | 27/03/2013 | Laporkan
sampai skg mau nongkrong diangkringan ampe pagi jg aman . selama tapi sy g tau ya....mereka yg di kafe kegiatannya apa saja. ( tidak terpantau sih
predy
26/03/2013
pak sultan semua ini karena tingkah laku pendatang dari timur yg tidk menghargai,mreka mabuk2an tk knal waktu dan tempat mreka anggap apa tuan rumah? harap trtibkan pndatang pmbuat masalah pak sul !
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id