NASIONAL

31 Proyektil Bersarang di Tubuh 4 Tahanan LP Cebongan

Pengacara keluarga korban nilai penembakan tersebut ajang pembantaian.

ddd
Minggu, 24 Maret 2013, 19:54
Lapas Cebongan, Sleman juga dijaga provost TNI pasca-penyerangan
Lapas Cebongan, Sleman juga dijaga provost TNI pasca-penyerangan (VIVAnews/Daru Waskita)
VIVAnews - Pengacara keluarga dari empat tahanan yang tewas di Lembaga Pemasyarakat Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu dini hari menyatakan bahwa para penembak bukan lagi sekadar menghilangkan nyawa. Mereka sudah melakukan pembantaian dan itu melanggar hak asasi manusia.

"Tindakan para penyerang lapas yang membunuh keempat klien saya adalah bentuk pembantaian dan pelanggaran HAM berat," kata Rio Rama Baskara, pengacara keluarga korban di RSUP Sardjito Yogyakarta, Minggu 25 Maret 2013

Menurutnya, dengan bentuk pelanggaran berat ini, dirinya mengajak semua lapisan masyarakat, kalangan pemerhati HAM untuk mengawal kasus ini secara tuntas agar terbongkat siapa pelaku pembunuhan sadis yang dilakukan oleh gerombolan bersenjata tersebut.

"Saya mengajak masyarakat untuk mengawal kasus ini secara terus menurus agar segera terungkap pelaku pembantaian di Lapas Cebongan," tuturnya.

Tindakan pembantaian yang dikatakan Rio sejalan dengan ditemukannya 31 proyektil peluru yang bersarang di tubuh keempat tahanan titipan Polda DIY dalam kasus pengeroyokan di Hugo’s Café yang menyebabkan Serka Santosa anggota Din Intel Kodam IV Diponegoro tewas.

Janji Transparan

Kapolda DIY, Brigjen Pol Sabar Raharja, mengatakan bahwa terdapat 31 proyektil peluru ditubuh korban setelah dilakukan otopsi oleh dokter Forensik RSUP Sardjito Yogyakarta. Meski demikian, Sabar enggan menjelaskan jenis proyektil yang bersarang ditubuh keempat jenazah warga Kupang, NTT tersebut.

"Kita beri kempatan dulu kepada penyidik untuk melaksanakan penyelidikan secara ilmiah," kata Sabar.

Kapolda berjanji proses pengungkapan kasus penyerbuan Lapas Cebongan akan berjalan secara transparan dan tidak akan ditutup-tutupi. "Kita juga berjanji akan terbuka jika telah menemukan para pelaku gerombolan bersenjata yang menyerang Lapas Cebongan," lanjut Sabar. (ren)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
gogonman
25/03/2013
...Satu lagi tmpat yg perlu diserbu yaitu sel tmpat HERCULES cs...masak takut ama Prabowo yg udah pensiun???!!!
Balas   • Laporkan
penyok
25/03/2013
mantabb..membersihkan SAMPAH memang perlu perkakas lengkap, aparat dibantai pada diem, giliran preman dibantai pada ribut.. LANJUTKAN, sekalian Hercules & anak buahnya dibantai juga, mumpung msh ditahanan Polres
Balas   • Laporkan
dulkamid | 25/03/2013 | Laporkan
Walaahhh Oom, kalau Hercules diluar daftar. Takut kuwalat. Orang Hercules temen sekaligus anak buah bekas Danjen sendiri
keboedan
25/03/2013
Kenape kalian kini ribut si preman dieksekusi modar ?. kemarin ketika preman2 itu membunuh aparat negara bacot kalian diam aja. Gue rindu jaman Orba Preman2 pd dikarungin moga2 dijaman ini meningkat koruptor sekalian modar dikarungin. Telek kucing dgn HAM
Balas   • Laporkan
antipremanberseragam
24/03/2013
pengaman RI ga begadang di klub malam atu pub ato cafe om, malu2in apalagi matinya di dalam cafe, bukan di medan tempur yang pengecut malah yang nembak. kok untuk 4 orang aja perlu 2 regu pasukan bersenjata lengkap, klo jagoan 1 lawan 1
Balas   • Laporkan
jadul | 25/03/2013 | Laporkan
he...kutu kupret.... kalau mau komentar demgarkan koran... baca radio.... dulu.. bangun tidur ngigau...
penyok | 25/03/2013 | Laporkan
orang gil4 komentar.. wkwkwkkk, bangun mas
taufam
24/03/2013
pembodohan....
Balas   • Laporkan
sapriwaldi
24/03/2013
rasanya kasus ini akan tenggelam saja...
Balas   • Laporkan
bodoamat
24/03/2013
tembak para koruptor dong klo berani
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru