NASIONAL

Mobil Fathanah yang Disita KPK Atas Nama Politisi PKS Ini

Jazuli Juwaini menjelaskan asal-usul mobil Toyota Prado milik Fathanah
Kamis, 21 Maret 2013
Oleh : Ita Lismawati F. Malau, Dedy Priatmojo
Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS, Jazuli Juwaini memenuhi panggilan KPK, Kamis 21 Maret 2013.

VIVAnews - Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Jazuli Juwaini menjelaskan asal-usul salah satu mobil milik Ahmad Fathanah yang sudah disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mobil ini disita beberapa waktu lalu karena diduga terkait dengan tindak pidana pencucian uang dari kasus impor daging sapi.

Menurut Jazuli, mobil Toyota Prado yang disita KPK itu masih atas namanya. Karena saat Ahmad Fathanah membeli darinya setahun lalu, mobil ini belum dibalik nama.

"Saya dimintai keterangan tentang mobil (Toyota) Prado yang tahun lalu saya jual pada Ahmad Fathanah. Ternyata, masih atas nama saya. Makanya KPK ingin tahu ini sebenarnya punya siapa, makanya saya jelaskan," kata Jazuli usai menjalani pemeriksaan di KPK, Kamis 21 Maret 2013.

Jazuli menceritakan, mobil tersebut awalnya dia beli secara kredit seharga Rp900 juta di salah satu showroom mobil. Mobil tersebut kemudian dia gunakan untuk kampanye pemilihan Gubernur Banten tahun 2012. Dan, kata dia, mobil tersebut sempat dia masukkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Setelah Pilkada Banten, Jazuli memutuskan untuk menjual mobil tersebut melalui showroom tempatnya membeli mobil itu. Ternyata, Ahmad Fathanah berminat membeli mobil Toyota Prado milik Jazuli itu.

"Akhirnya saya jual saja kepada dia. Ahmad Fathanah meneruskan kredit itu sekitar Rp600 juta," ujar Jazuli.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itupun mengaku tidak ada pertanyaan terkait kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi. "Hanya itu yang ditanya, ya. Hanya mobil, tak ada soal kuota."

Ahmad Fathanah merupakan orang dekat Luthfi Hasan, mantan Presiden PKS. Dia ditangkap tangan KPK pada 29 Januari lalu setelah menerima uang Rp1 miliar dari dua pejabat perusahaan importir daging, PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi.

KPK menduga kuat, uang itu terkait dengan pengurusan kuota impor daging sapi sehingga menetapkan Ahmad sebagai tersangka.

Setelah menangkap Ahmad, KPK kemudian menjemput paksa dan menetapkan  Luthfi yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden PKS. Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi PKS yang tengah bersiap menghadapi Pemilu 2014. Presiden PKS baru, Anis Matta, menyebut kasus ini sebagai badai bagi partainya. (eh)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found