NASIONAL

Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI di Yogyakarta

Akibat sabetan senjata tajam, kepala Sriyono robek.

ddd
Kamis, 21 Maret 2013, 10:06
Ilustrasi
Ilustrasi (VIVAnews/DarmawanDarmawan (Depok))
VIVAnews - Penyidik Polresta Yogyakarta terus menyelidiki kasus pengeroyokan Sersan Satu Sriyono, anggota Kodim 0734/Yogyakarta di Jalan Dr Sutomo Yogyakarta, Rabu sore 20 Maret 2013. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Komisaris Dodo Hendra Kusuma menceritakan kronologi pengeroyokan yang sempat membuat Sriyono kritis itu.

Sebelum terjadi pengeroyokan, kata Dodo,  Sriyono sempat bertengkar dengan seseorang. "Kemudian datang belasan orang dengan menggunakan satu mobil dan sekitar tujuh sepeda motor. Salah satunya perempuan," kata Dodo, Kamis 21 Maret 2013.

Usai bertengkar, Sriyono dikeroyok oleh belasan orang tersebut. Dia sempat berlari ke arah utara hingga depan bekas Bioskop Mataram. “Di lokasi tersebut dia dikeroyok lagi. Dalam pengeroyokan pelaku menggunakan senjata tajam dan tongkat pemukul berantai (double stick)."

Korban pun terkapar karena luka akibat senjata tajam. Kepala Sriyono robek karena sabetan senjata tajam. Warga yang melihat kemudian melarikannya ke RS Bethesda Yogyakarta. Kepala Sriyono harus dijahit karena luka yang cukup dalam. 

Sejauh ini, polisi sudah mengantongi beberapa nama pelaku. Dia pun mengaku sudah mengerahkan anak buahnya untuk mengejar para pelaku. “Semoga segera tertangkap,” tegasnya.

Sebelumnya, Dandim 0734/Yogyakarta Letkol (Arh) Ananta Wira menjelaskan, Siryono sedang piket di kantor sebelum kejadian nahas itu.  Sekitar pukul 14.00 hari itu, dia mendapat laporan ada keributan di Jalan Suryotomo. "Sriyono kemudian meluncur ke lokasi," katanya.

Di lokasi, Sriyono berusaha melerai namun justru diserang oleh salah satu kelompok yang bertikai. “Salah satu pengeroyok anggota saya adalah Marcel. Saya berharap petugas kepolisian segera menangkap pelaku karena sudah jelas identitasnya.” (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dhede373
22/03/2013
operasi senyap aj komandan!!! klo perlu habisi semalam 1 kota itu ...bikin lubang sumur di hutan atw buang di laut soal HAM itu urusan belakang...ama sipil sja koq takut bila perlu habisi sampe keturunannya....
Balas   • Laporkan
predy | 22/03/2013 | Laporkan
mantapzzz.....!!!tenang ndan,preman bukn manusia!
bosberuang
21/03/2013
bala bantuan tuh preman langsung dtg naik mobil..hmm terorganisir benar tuh preman....
Balas   • Laporkan
sastro2013
21/03/2013
marcel kan satpamnya toko progo yang nyambi jadi preman pasar !!! ... mau-maunya preman kok dipeliahara ! bikin susah ...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id