NASIONAL

Anggota Kopassus Tewas, Brimob DIY Geledah Asrama NTT

Sertu Heru Santosa tewas setelah dikeroyok dan ditusuk di bagian dada.

ddd
Selasa, 19 Maret 2013, 13:59
Polisi mengamankan sejumlah pelaku pengeroyokan anggota Kopassus
Polisi mengamankan sejumlah pelaku pengeroyokan anggota Kopassus (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Jajaran kepolisian Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggeledah asrama NTT di kawasan Lempuyangan terkait tewasnya satu anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Sertu Heru Santosa. Dari penggeledahan, Polisi mengamankan sejumlah orang yang diduga ikut mengeroyok Heru.

Tak tanggung-tanggung, Polda mengerahkan anggota elit polisi, Brigadir Mobil (Brimob) dalam penggeledahan itu. Kasat Brimob Polda DIY, Kombes Pol Gatot Sudibyo membenarkan penggeledahan ini. Namun, dia tak mau menjelaskan lebih detail.

"Pelaku yang kami tangkap dibawa ke Polda. Silakan ke Polda saja untuk informasi selengkapnya," kata dia, Selasa 19 Maret 2013. Informasi yang dikumpulkan VIVAnews, ada dua orang yang diamankan dalam penggeledahan itu.

Diberitakan sebelumnya, Heru yang merupakan anggota Kopassus Kandang Menjangan, dikeroyok pelaku DS dan kawannya di Hugo's Cafe Yogyakarta, Selasa dinihari pukul 02.45 WIB. Heru tewas setelah ditusuk pecahan botol minuman keras oleh DS.

Hingga kini, penyebab pengeroyokan ini belum pasti. Kapolda DIY Brigjen Polisi Sabar Raharjo hanya menjelaskan bahwa kasus ini murni kriminal. Sabar juga mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Korem untuk mengungkap kasus tersebut dan saat ini petugas dari kepolisian masih memburu beberapa nama dari kelompok DS yang telibat dalam pengeroyokan.

"Ini murni tindak kriminalitas. Tidak ada kaitannya dengan yang lain. Pelakunya sudah diketahui dan masih diburu," tegasnya. Saat akan dikonfirmasi, pengelola Hugo's Cafe, Dony Rahman tidak mengangkat telepon selulernya.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
suripto
20/03/2013
lihat dul ujung pangkal masalahnya. jangan ada balas dendam yang membabi buta. toh nantinya rakyat yang tak bersalah ikut jadi korban. semoga tidak ya..
Balas   • Laporkan
ntriandana
19/03/2013
dinihari masih di cafe aja,prihatin deh
Balas   • Laporkan
asnoor
19/03/2013
prihatin bnar dgn banyaknya onggota (tni/polri) ditempat2 sperti ini,dlam rangka apa sbnarnya mrka berada disana...
Balas   • Laporkan
mangunkromo
19/03/2013
jogja tidak lagi berhati nyaman...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru