NASIONAL

Mabes: 90 Anggota TNI Serang Polres OKU

Penyerangan yang dilakukan anggota TNI tanpa sepengetahuan kesatuan.

ddd
Kamis, 7 Maret 2013, 16:12
Pembakaran Polres Baturaja
Pembakaran Polres Baturaja (Ist.)
VIVAnews - Mabes Polri menyesalkan dan merasa prihatin atas kejadian penyerangan dan pembakaran Mapolres Okan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, yang dilakukan sejumlah anggota Batalyon Armed 15/105, Kamis, 7 Maret 2013.

"Polri menyesalkan dan prihatin dengan kejadian tadi pagi. Sekitar 90 lebih oknum TNI ke Polri atau Polres, dengan maksud mempertanyakan kasus dan tidak terkendali sehingga melakukan pengerusakkan," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jendral Suhardi Aliyus, dalam jumpa pers di Mabes Polri.

Disampaikan Suhardi, tidakan penyerangan itu tanpa sepengetahuan kesatuan. Dan terkait kejadian ini, Mabes Polri telah berkoordinasi dengan kapuspen tni dan TNI untuk mengirim tim investigasi yang  bertujuan untuk melakukan penegakan hukum bagi pelaku perusakan.

"Kami sama-sama menahan diri, saat ini situasi di sana dalam keadaan kondusif.," katanya. 

Selain Polres OKU, perusakan juga dilakukan terhadap dua pos polisi, satu pos sub sektor dan beberapa kendaraan. Dalam kejadian ini 4 anggota polisi dari Polres OKU mengalami luka-luka.

"Dua anggota mengalami luka parah dan sudah diterbangkan untuk dirawat. Anggota TNI sudah ditarik oleh pimpinanya karena mereka bergerak tanpa izin dari pimpinannya, dan skrng situasi sudah kondusif," katanya.

Saat ini, Wakapolda, tim dari Mabes Polri dan POM Sumatera Selatan sedang melakukan investigasi. Sementara Propam, Irwasum, Mabes TNI, Polda Sumatera Selatan sudah bekerja untuk mengevaluasi kejadian ini.

Menurut Suhardi, pembakaran Markas Polres Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, dipicu aksi penembakan yang dilakukan anggota polisi terhadap anggota TNI Batalyon Armed 15 OKU pada Minggu, 27 Januari 2013 lalu.

Korban penembakan adalah Pratu Heru Oktavianus. Ia tewas setelah ditembak anggota Polres OKU, Brigadir Bintara Wijaya, saat terlibat perkelahian di Desa Sukajadi, OKU. Saat itu, Pratu Heru melanggar lalu lintas dan menghiraukan peringatan petugas dan melarikan diri.

Selain mengalami luka tembak di punggung kanan, Pratu Heru mengalami juga luka tusuk di sebelah kiri. Korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Santo Antonius, Baturaja, untuk mendapat perawatan. Tapi nyawanya tidak tertolong.

"Anggota yang bersangkutan sudah di tahan di Polda Sumatera Selatan. Untuk almarhum sudah dimakamkan di Sumatera Barat. Saya menyesalkan dan prihatin," katanya. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
lubak.mabok
08/03/2013
Hal yang wajar kejadian ini bisa terjadi berulang-ulang kenapa? Ketidakpuasan akan selalu mendekam dlm dada liat aja dan simak terus spt apa oknum petinggi polri berkorupsi ria dlm jumlah wow...fantastis sementara anak buahnya melakukannya jua tiap hari
Balas   • Laporkan
darkzz
07/03/2013
ngancurin indo itu ga butuh biaya bnyk atau jet2 tempur..Cukup di Adu Domba aja gw jamin runtuh ini negara.di jajah cuma sama Perusahaan belanda(VOC) saja bs sampe 3,5 abad.tambah skrg msh aja ada mslh kek gni.brfikir itu gratis cba di pake ksempatan itu!
Balas   • Laporkan
freedy13th
07/03/2013
mabes polri kok tau ya yg dateng 90 orng ? ada daftar hadirnya pak ? kalo intel polri dah tau, kenapa ga lapor ke Denpom ? ini nglakuin pembiaran... kebiasaan SOP polisi, ga bisa mencegah, bisanya cuma evaluasi terus
Balas   • Laporkan
zuhar
07/03/2013
Pindahkan Oknum TNI yng terlibat ke papua hingga pensiun dan tdk kenaikan pangkat, dan tempatkan pada daerah rawan OPM. atau pecat dengan tdk hormat
Balas   • Laporkan
ntriandana | 07/03/2013 | Laporkan
setuju,biar tau rasa gimana perang sebenernya
bodoamat | 07/03/2013 | Laporkan
setuju bos


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id