NASIONAL

Menko Polhukam Sesalkan Bentrok TNI vs Polisi di Sumsel

Kapolri dan Panglima TNI diminta membangun kembali markas polres.

ddd
Kamis, 7 Maret 2013, 13:43
Mapolres Baturaja di OKU, Sulsel, dibakar anggota TNI
Mapolres Baturaja di OKU, Sulsel, dibakar anggota TNI (ANTARA/HO)

VIVAnews - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menyesallkan bentrok oknum TNI dan Polri di Markas Polres Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, Kamis siang, 7 Maret 2013. Dia meminta kasus ini diusut tuntas.

"Kantor itu kan kantor negara, milik pemerintah. Ini aparat yang melakukan perusakan. Sangat-sangat saya sesalkan," tegas Djoko di Kantor Wakil Presiden, hari ini.

Dia minta Panglima TNI dan Kapolri menyikapi masalah kantor rusak tersebut. "Bagaimana membangun kembali kantor itu," kata Djoko.

Dia pun meminta petinggi kedua instansi tersebut menindak oknum TNI dan polisi yang terlibat dalam bentrok sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Saat ditanya motif penyerangan TNI ke markas Polres, Djoko menjawab: "Lebih pada kepolisian. Mereka kan (TNI) mempertanyakan kasus ditembaknya anggota TNI pada satu dua bulan yang lalu."

Diberitakan sebelumnya, pembakaran Markas Polres Baturaja itu dipicu aksi penembakan yang dilakukan anggota polisi terhadap anggota TNI Batalyon Armed 15 OKU pada Minggu, 27 Januari 2013 lalu.

Korban penembakan adalah Pratu Heru Oktavianus. Ia tewas setelah ditembak anggota Polres OKU, Brigadir Bintara Wijaya, saat terlibat perkelahian di Desa Sukajadi, OKU.

Selain mengalami luka tembak di punggung kanan, Pratu Heru mengalami juga luka tusuk di sebelah kiri. Korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Santo Antonius, Baturaja, untuk mendapat perawatan. Tapi nyawanya tidak tertolong.  (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
rivallsytori
01/06/2013
polisi'a itu terlalu arogan dan terlalu serakah.. kan tau sendiri TNI itu tentara republik indonesia,jiwa solederitas'a bnr2 kental... mna pernah tentara nangkep temen'a sendiri,kl rakyat jdi ga bnr ya gara2 ulah polisi'a jg yg ga bnr.
Balas   • Laporkan
mbahjo
07/03/2013
seharusnya itu menjadi pelajaran bagi polisi agar tidak macam2 jngn sedikit2 uang justru akan menimbulkan bencana seperti ini sekarang yg repot siapa cb?
Balas   • Laporkan
zuhar
07/03/2013
Anggota TNI atau POLRI yg terlibat kirim aja ke papua yg ada OPM-nya biar berhadapan dengan OPM kan lebih ngirit biaya dan tempatkan hingga pensiun
Balas   • Laporkan
ngisingo
07/03/2013
kirim ke papua aja ato ke sabah bantu org sulu!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru