NASIONAL

Menko Polhukam Sesalkan Bentrok TNI vs Polisi di Sumsel

Kapolri dan Panglima TNI diminta membangun kembali markas polres.
Kamis, 7 Maret 2013
Oleh : Ita Lismawati F. Malau, R. Jihad Akbar
Mapolres Baturaja di OKU, Sulsel, dibakar anggota TNI

VIVAnews - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menyesallkan bentrok oknum TNI dan Polri di Markas Polres Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, Kamis siang, 7 Maret 2013. Dia meminta kasus ini diusut tuntas.

"Kantor itu kan kantor negara, milik pemerintah. Ini aparat yang melakukan perusakan. Sangat-sangat saya sesalkan," tegas Djoko di Kantor Wakil Presiden, hari ini.

Dia minta Panglima TNI dan Kapolri menyikapi masalah kantor rusak tersebut. "Bagaimana membangun kembali kantor itu," kata Djoko.

Dia pun meminta petinggi kedua instansi tersebut menindak oknum TNI dan polisi yang terlibat dalam bentrok sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Saat ditanya motif penyerangan TNI ke markas Polres, Djoko menjawab: "Lebih pada kepolisian. Mereka kan (TNI) mempertanyakan kasus ditembaknya anggota TNI pada satu dua bulan yang lalu."

Diberitakan sebelumnya, pembakaran Markas Polres Baturaja itu dipicu aksi penembakan yang dilakukan anggota polisi terhadap anggota TNI Batalyon Armed 15 OKU pada Minggu, 27 Januari 2013 lalu.

Korban penembakan adalah Pratu Heru Oktavianus. Ia tewas setelah ditembak anggota Polres OKU, Brigadir Bintara Wijaya, saat terlibat perkelahian di Desa Sukajadi, OKU.

Selain mengalami luka tembak di punggung kanan, Pratu Heru mengalami juga luka tusuk di sebelah kiri. Korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Santo Antonius, Baturaja, untuk mendapat perawatan. Tapi nyawanya tidak tertolong.  (eh)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found