NASIONAL

Diinjak-injak Kepala Desa, Jurnalis Paser TV Keguguran

Ketika Yuni terjatuh, lurah itu bukannya berhenti, malah membabi-buta.

ddd
Minggu, 3 Maret 2013, 20:44
Aksi protes kekerasan terhadap wartawan di Jakarta, Oktober lalu.
Aksi protes kekerasan terhadap wartawan di Jakarta, Oktober lalu. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews - Seorang jurnalis Paser TV, Normila Sariwahyuni, 23, keguguran lantaran dianiaya 16 orang, salah satunya kepala desa di Paser, Kalimantan Timur. Saat itu Normila sedang meliput demo sengketa lahan.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, para pelaku ini memukul, menendang, dan menginjak perut wanita yang tengah hamil lima bulan itu. "Kami mengutuk tindakan itu dan akan memberi advokasi bagi Yuni," kata Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen Balikpapan Wibisono melalui sambungan telepon, Minggu malam, 3 Maret 2013.

Wibisono mengatakan, kejadian itu bermula ketika Yuni pada Sabtu kemarin meliput sengketa lahan yang menyebabkan penganiayaan di Desa Rantau Panjang, Kabupaten Paser.  Setibanya di lokasi, Yuni langsung mengambil gambar.

"Kami juga akan melakukan investigasi mencari kronologi yang sebenarnya," kata Wibisono.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kaltim Fitriansyah Adi Surya mengatakan sebelum pemukulan, sempat terjadi debat antara Ilyas dan Yuni. Ilyas bersikukuh kasusnya tak mau diketahui publik.

Karena sama-sama ngotot, Kepala Desa itu pun berang dan memukul Yuni tiga kali. Ketika Yuni terjatuh, lurah itu bukannya berhenti, malah membabi-buta menendang dan menginjak perut yang ternyata hamil.

Setelah jadi bulan-bulanan, Yuni akhirnya dilarikan ke rumah sakit, dan bayinya tak terselamatkan. "Selain mendapatkan penganiayaan, kameranya juga dirampas," kata Fitriansyah.

Fitriansyah meminta agar kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Ini akan menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers yang berlaku di Indonesia. (sj)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bosberuang
03/03/2013
ciri khas pejabat...dari bawah sampai atas kelakuan sama saja dengan PKI menghalalkan segala cara...
Balas   • Laporkan
mutiarawulandari
03/03/2013
,,,, :(
Balas   • Laporkan
sutantantina
03/03/2013
Baru jadi Kepala Desa dah begini, Usut tuntas, katanya negera ini negara hukum. Kasihan, itu pasti anak pertama.
Balas   • Laporkan
cadcadz
03/03/2013
wah desanya isi orang purba semua
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com