NASIONAL

Mantan Menteri Orba: Saat Ini Pemimpin Seperti Soeharto Dirindukan

Soeharto dapat bertindak tegas namun selalu dekat dengan rakyat.

ddd
Jum'at, 1 Maret 2013, 16:05
Mantan Presiden RI kedua, Soeharto
Mantan Presiden RI kedua, Soeharto (Buku 'Pak Harto, The Untold Stories')
VIVAnews - Haryono Suyono, mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat era pemerintahan Presiden Soeharto, menilai kondisi tatanan masyarakat dan politik yang karut marut saat ini, membuat sosok pemimpin seperti Soeharto sangat dirindukan.

"Sosok pemimpin negara seperti HM Soeharto yang sangat dekat dengan masyarakat sangat diidam-idamkan," kata Haryono Suyono, disela peresmian Monumen Tempat Lahir Jenderal Besar Soeharto, di Dusun Kemusuk Lor, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY, Jumat 1 Maret 2013.

Haryono menuturkan, dalam kepemimpinannya, Soeharto dapat bertindak secara tegas namun selalu dekat dengan rakyat. Sedangkan pihak-pihak yang menyatakan kepemimpinan Soeharto adalah otoriter, dia tidak setuju.

Menurutnya, Pak Harto bisa dikritik atau diberi masukan oleh para pembantunya di saat menjadi presiden.

"Jika seorang menteri dalam menyatakan suatu kebijakan ada istilan 'atas Petunjuk Pak Harto', hal tersebut dimaknai bahwa apa yang akan disampaikan menteri kepada rakyatnya telah disempurnakan oleh Pak Harto," tuturnya. "Pak Harto melakukan revisi, bukan menekankan kehendaknya sendiri."

Dia menjelaskan, memang pada zaman pemerintahan Soeharto sangat sedikit mendapatkan informasi bahwa Soeharto adalah sosok yang bersedia dikritik dan bersedia mendengarkan kritik.

Namun dia membantah, Soeharto anti terhadap kritik. "Namun memang kritik tersebut tidak dipublikasikan di media. Kalau saat ini semua orang bisa mengeluarkan kritik dan dilihat, didengar dan dibaca orang banyak karena sudah banyak media," katanya.

Bertepatan dengan tanggal 1 Maret, hari bersejarah Serangan Umum 1 Maret, keluarga besar mendiang HM Soeharto meresmikan Monumen Tempat Lahir Jenderal Besar HM Soeharto di Dusun Kemusuk Lor, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY.

Monumen Tempat Lahir Jenderal Besar HM Soeharto ini memiliki pendopo yang berukuran cukup besar dengan 30 tiang dengan luas 600 meter persegi. Di kompleksnya terdapat dua bangunan rumah yang di dalamnya terdapat sejarah hidup HM Soeharto dari lahir hingga menjadi presiden RI. Luas lahan mencapai 3.800 meter persegi.  (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
andrezuka
28/03/2013
dulu waktu TVRI menyiarkan laporan khusus diikuti stasiun TV Swasta lain.... saya paling sebel acaranya bagus-bagus harus kepotong... tapi belakangan saya baru tahu ternyata siaran itu ingin menunjukkan Kinerja mantan presiden RI ke 2 H.M. Soeharto dalam
Balas   • Laporkan
adesaja
28/03/2013
setuju ma bang militoooo, sem_prul dan wawakiy jauh lebih enak jamannya pak harto hidup ayem sembako murah kalo sekarang pejabate pada PKI munafik semua pada mementingkan perutnya sendiri2
Balas   • Laporkan
babi-ngepet
28/03/2013
JANGAN SALING MENGHUJAT MEMBANDINGKAN.PEMIMPIN YANG BAIK TIDAK MENOLEH KE BELAKANG,PERBAIKI APA KEMARIN YANG SALAH.BUKANNYA MEMBANDINGKAN KEMARIN SAMA SEKARANG.TERUS KALAU TIDAK MAMPU TURUN.
Balas   • Laporkan
militooooo
01/03/2013
saya sangat rindu sama jendral besar HM Soeharto kepemimpinannya tiada duanya,,
Balas   • Laporkan
samasaja
01/03/2013
Sekarang tidak lebih dari era Suharto, jadi jangan bermimpi mau balik lagi ke era itu. kita hrus maju, hrs lebih baik. Mau maju jangan lihat kebelakang, liat ke depan pak. Pak Haryono juga liat ke depan, liat liang lahat yg siap menanti!!!
Balas   • Laporkan
penyok | 01/03/2013 | Laporkan
pasukan pokemon nasi bungkus komentar.. GAK MUTU komentar anda
sem_prul
01/03/2013
jaman pak harto aparat TNI dan POLRI lebih dihargai rakyat, TNI lebih merakyat dgn AMD.
Balas   • Laporkan
samasaja | 01/03/2013 | Laporkan
Bukan dihargai pak tapi takut diangkut komkamptib pak
wake_up2nd
01/03/2013
sekarang yang terjadi adalah perampokan dimana2,,,,tp pejabatnya sibuk ngurusin perut masing2
Balas   • Laporkan
samasaja | 01/03/2013 | Laporkan
Soal korupsi mah sama aja sama yg dulu malah lebih parah...
wawakiy
01/03/2013
Bener2 rindu sama, tata penduduk, kesopanan, keamanan, sekarang semua was2
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru