NASIONAL

AS Kecam Pembunuhan 8 Prajurit TNI di Papua

Pemerintah AS juga menyatakan turut berbela sungkawa.

ddd
Sabtu, 23 Februari 2013, 20:03
Delapan peti untuk prajurit TNI yang tewas di Papua
Delapan peti untuk prajurit TNI yang tewas di Papua (VIVAnews/Banjir Ambarita)

VIVAnews - Amerika Serikat mengutuk kekerasan yang terjadi di Papua beberapa waktu lalu. Teror yang terjadi pada Kamis 21 Februari 2013 lalu menyebabkan delapan tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur di dua tempat berbeda.

"Kami menyatakan turut belasungkawa yang mendalam kepada para keluarga korban yang dibunuh," kata pernyataan tertulis Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia di laman usembassy, Sabtu 23 Februari 2013.

Amerika Serikat menyambut baik pernyataan pemerintah Indonesia yang akan bekerja untuk menangkap dan mengadili para pelaku, sesuai dengan hukum Indonesia.

Seperti diketahui, pada 21 Februari 2012 lalu kelompok bersenjata menyerang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di dua tempat berbeda. Delapan tentara gugur dalam dua serangan itu.

Serangan pertama terjadi pukul 09.30 WIT di Pos TNI yang terletak di Distrik Tingginambut, Puncak Jaya, Papua. Satu anggota Batalyon Infantri 753, Pratu Prabowo Wibowo, tewas di tempat. Dia tertembak di bagian dada. Sementara, Letnan Satu Reza hanya mengalami luka tembak di bagian lengan.

Sekitar pukul 10.30 WIT, kelompok bersenjata menghadang rombongan anggota TNI di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua. Saat itu, sekitar 12 prajurit hendak menuju Bandara Illaga, yang berjarak sekitar dua kilometer dari markas Koramil Sinak. Para tentara ini berniat mengambil logistik dan radio komunikasi yang dikirim dari Kodim 1714.

"Mereka dihadang di tanjakan jalan, dengan cara ditembaki dari atas bukit," kata Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih, Letkol TNI Jansen Simanjuntak.

Tujuh prajurit gugur dalam aksi penyerangan ini. Mereka adalah Sertu M Udin (Kodim 1714 Puncak Jaya), Sertu Frans (Kodim 1714 Pucak Jaya), Sertu Edi (Kodim 1714 Puncak Jaya), Sertu Ramadhan (Batalyon 753), Praka Jojo Wiharja (Batalyon 753), Praka Wempi (Batalyon Infantri 753), dan Pratu Mustofa (Batalyon Infantri 753). Sementara itu, Serda Wahyudi dari Batalyon Infantri 753, terluka. Hingga siang, satu anggota TNI masih dinyatakan hilang.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id