NASIONAL

Lagi, Tiga Anggota TNI Tertembak di Papua

Sebanyak 12 orang prajurit dihadang dan ditembaki dari bukit.
Kamis, 21 Februari 2013
Oleh : Eko PriliawitoBanjir Ambarita (Papua)
Polisi dan TNI di Papua gelar razia

VIVAnews - Setelah sebelumnya lima anggota TNI tewas dalam aksi penyerangan dan penghadangan di kawasan Tingginambut dan Sinak, tiga lagi anggota TNI diinformasikan tertembak dan dikabarkan tewas. Mereka tertembak dalam aksi penghadang di Sinak yang diduga dilakukan kelompok separatis OPM.

Dari data berhasil dihimpun, sebanyak 12 orang prajurit dihadang dan ditembaki saat akan mengambil radio komunikasi di Bandara Ilaga yang jaraknya 2 km dari markas Koramil Sinak.

Mereka ditembaki dari atas bukit. Ketiga prajurit yang tertembak adalah Praka Edi, Praka Jojo dan Praka Idris. Mereka anggota Batalyon Infantri 753 AVT Nabire.

Prajurit yang tewas dalam penyerangan berikutnya adalah Pratu Wahyu Wibowo, Sertu M Udin, Sertu Frans anggota Koramil Sinak, dan Sertu Ramadhan serta Pratu Mustofa. Mereka adalah anggota Yonif 753 AVT Nabire.

Terkait adanya tujuh anggota TNI yang tertembak, Juru Bicara Kodam 17 Cenderawasih Letkol Jansen Simajuntak belum bersedia memberi keterangan.

Sementara itu, juru bicara Polda Papua Kombes I Gede Sumerta Jaya, mengakui adanya aksi penyerangan dan penghadangan di dua tempat di wilayah pegunungan Papua.

"Dari laporan yang kami terima, Pos TNI dari Batalyon Infantri 753 AVT Nabire yang jaraknya berdekatan dengan Pos Brimob, diserang kelompok bersenjata. Dua anggota pos tertembak dan satu gugur," ungkap Sumerta Jaya.

Saat ini anggota Pos Brimob bersama anggota Polres Puncak Jaya membantu anggota TNI sedang memburu para pelaku penyerangan.

"Di bawah komandan Kompol Hanafiah, Polisi memback up TNI mengejar para pelaku," katanya.

Mengenai adanya dua warga sipil yang tertembak dalam aksi penyerangan di pos TNI Tingginambut, Sumerta Jaya membantahnya.  "Tidak ada korban sipil yang tewas dalam aksi penyerangan di Tingginambut," katanya.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found