NASIONAL

Dua Serangan OPM di Puncak Jaya, 5 Anggota TNI Tewas

Kelompok bersenjata diduga OPM serang pos dan rombongan anggota TNI.

ddd
Kamis, 21 Februari 2013, 12:54
Juru Bicara Kodam 17 Cenderawasih Letkol Jansen Simanjutak
Juru Bicara Kodam 17 Cenderawasih Letkol Jansen Simanjutak (Banjir Ambarita/VIVAnews)

VIVAnews - Kelompok bersenjata yang diduga berasal dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) melakukan dua kali serangan di Papua, Kamis 21 Februari 2013. Dalam sua serangan itu, lima anggota TNI tewas.

Serangan pertama terjadi di Pos TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Satu jam berikutnya, atau sekitar pukul 10.30 WIT, kelompok bersenjata menghadang rombongan anggota TNI di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Papua.

Penyerangan di Tingginambut menyebabkan dua anggota TNI tertembak, yaitu Lettu Reza dan Pratu Wahyu Wibowo. Lettu Wahyu tertembak di bagian lengan. "Sedangkan Pratu Wahyu Wibowo tertembak di dada dan tewas di tempat," kata Juru Bicara Kodam 17 Cenderawasih Letkol Jansen Simanjutak.

Sementara itu, aksi penghadangan di Sinak menewaskan empat prajurit TNI. Mereka adalah Sertu M Udin, Sertu Frans (anggota Koramil Sinak), Sertu Ramadhan serta Pratu Mustofa (anggota Yonif 753 AVT Nabire).

"Empat anggota itu dari Sinak dan hendak menuju Lapangan Terbang Ilaga yang jaraknya 3 kilometer. Tujuan mereka mau mengambil peralatan komunikasi yang dikirim dari Kodim 1714. Mereka dihadang di tanjakan jalan, dengan cara ditembaki dari atas bukit," terang Jansen.

Hingga kini, aparat masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku penyerangan di kedua tempat itu. Aparat menduga para penyerang ini berjumlah cukup banyak. "Mereka memiliki kekuatan besar sehingga berani beraksi," kata Jansen. Hingga kini, belum ada keterangan dari OPM. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
barnamej
21/02/2013
Perjuangan orang2 kita dahulu jangan sampai sia sia, Bung Karno telah menegaskan bahwa tanah Irian harus bersih dari tangan tangan Imperialis, ternyata benar, mereka membangkitkan fitnah itu kembali di ranah papua hanya untuk sebidang tanah dan kekayaan.
Balas   • Laporkan
omaly
21/02/2013
hancurkan opm.....terlalu d ksih hati
Balas   • Laporkan
barnamej
21/02/2013
Serba salah ya.. saya rasa TNI menahan diri, sebab kl sampai ada anggota OPM yang tertembak jadi pelanggaran HAM, tp kl dibiarkan jadi banyak korban, saya melihat ini ada unsur politik yang sangat besar dibalik polemik ini, ada kepentingan Asing juga
Balas   • Laporkan
indra tohir
21/02/2013
Ingat, OPM bukan teroris... mereka hanya ingin berpisah dari NKRI... poko nya kata USA jg yang teroris itu harus yg jihad... mereka ngga jihad ko...hanya pengen merdeka... ga level lawan densus kita...kasian ntar banyak densus yg mati...
Balas   • Laporkan
barnamej | 21/02/2013 | Laporkan
sama saja, Teroris berjihad mendirikan negara Islam, OPM berjihad agar terpisah dari NKRI, sama sama teroris, tapi saya rasa TNI hanya menahan diri supaya HAMERS ga pada teriak


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com