NASIONAL

Perempuan Tewas Dicor di Ponorogo, Ini Kronologi Polisi

Pembunuhan sadis itu terjadi dalam tiga rangkaian. Apa saja?

ddd
Jum'at, 15 Februari 2013, 13:09
Mantan Kepala Desa, Eko Budi,  otaki pembunuhan anak kandungnya sendiri, Mega Pratama
Mantan Kepala Desa, Eko Budi, otaki pembunuhan anak kandungnya sendiri, Mega Pratama (tvOne)

VIVAnews - Pembunuhan sadis terjadi di Ponorogo, Jawa Timur, di mana seorang ayah membunuh anak kandungnya sendiri. Rupanya, kasus ini berbuntut, seorang perempuan ditemukan tewas dicor di kamar si anak.

Kapolres Ponorogo AKBP Yuda Gustawan menjelaskan kronologi pembunuhan yang melibatkan ayah-anak, Eko Budi dan Mega Pratama, terjadi dalam tiga rangkaian, yakni tanggal 28 Januari, 5 Februari, dan 12 Februari 2013.

Pada 28 Januari, kata dia, Mega Pratama membunuh Suprihatin, perempuan yang kemudian ditemukan tewas dicor. Tanggal 5 Februari, Eko membunuh anaknya Mega. Dan, 12 Februari, Polisi menemukan mayat Suprihatin.

"Kasus ini bermula saat tersangka Eko melapor ke Polsek kehilangan anak (Mega), 6 Februari lalu. Tapi, dari penelusuran polisi, ada kejanggalan," kata Yuda dalam wawancara khusus di tvOne, Jumat 15 Februari 2013. Dari beberapa kesaksian, Eko diketahui berkomunikasi dengan Mega pada tanggal 5 Februari, sehari sebelum Eko melaporkan kehilangan.

Dalam pemeriksaan rumah Eko, polisi juga menemukan belati, darah, barang korban Mega, dan barang-barang yang kemudian diketahui milik Suprihatin.

"Dari situ kami melakukan olah TKP," jelasnya lagi. Dari situ, pelaku pembunuhan Mega mengarah pada Eko.

Terkait mayat Suprihatin, Polisi juga menerima laporan dari orangtua korban yang mengaku anaknya hilang sejak 28 Januari 2013. Polisi kemudian mengikuti jejak Suprihatin. "Kami telusuri ternyata Suprihatin ini kawan dekat si Mega. Sama-sama berkegiatan di Mapala Universitas Muhammadiyah (Ponorogo)."

Bahkan ada beberapa saksi yang mengatakan, Suprihatin terakhir bertemu dengan Mega pada 28 Januari. Karena Mega sudah meninggal --ditemukan di sungai, polisi kemudian menggeledah kamar Mega. Di kamar Mega, polisi menemukan cor semen yang masih basah.

Cor tersebut ditumpuki barang-barang secara sembarangan.  Curiga, polisi kemudian menggali cor tersebut dan menemukan Suprihatin.

Kenapa Polisi menyimpulkan Mega membunuh Suprihatin? "Kami menyimpulkan dari keterangan Eko dan Lilik Maryani (istri Eko) yang menyebutkan Suprihatin ada di kamar Mega pada 28 Januari 2013," jelas Yuda. Mega dan Suprihatin, imbuhnya, terlibat cekcok di hari itu.

Bahkan, menurut keterangan Lilik, ada suara teriakan dan siraman air pada jam 2 pagi. "Siraman air seperti orang mandi."

Penelusuran polisi, saksi Takim mengaku Mega sempat meminjam linggis padanya pada 2 Januari untuk menggali. Polisi menduga, Mega sudah menyiapkan lubang itu sejak tanggal 2 Januari. "Pembunuhan Suprihatin ini berencana," jelasnya.

Meski Mega sudah meninggal, Polisi menduga kuat Megalah pembunuh Suprihatin. "Kesimpulan ini berdasarkan alibi dan sejumlah keterangan saksi," jelasnya. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id