NASIONAL

KPK Jawab Desakan Kasus yang Menyeret Anas

KPK berjanji bekerja secara profesional dan berintegritas.

ddd
Selasa, 5 Februari 2013, 11:09
Ketua KPK Abraham Samad (kanan)
Ketua KPK Abraham Samad (kanan) (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta agar segera menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang menjerat elite Partai Demokrat. Sebab, lamanya pengusutan kasus menyebabkan elektabilitas partai terus menurun.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto menyatakan KPK memiliki tanggung jawab besar untuk menyelesaikan kasus-kasus, terutama kasus yang mendapat perhatian publik. Salah satunya dugaan korupsi pada pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor. Kasus ini sudah menyeret sejumlah elite Partai Demokrat, termasuk Andi Mallarangeng, sebagai tersangka. Kasus ini pula menyebut keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"KPK menghargai apresiasi, tuntutan, kritik konstruktif, lebih-lebih doa dan dukungan publik. KPK harus menjalankan kewenangannya secara objektif, profesional dan berintegritas," kata Bambang, Selasa, 5 Februari 2013.

Menurutnya, jika suatu kasus sudah mempunyai dua alat bukti yang cukup, maka KPK akan segera mengumumkan tersangkanya. Meski dihadang keterbatasan sumber daya manusia.

"Kami percaya KPK dapat segera menyelesaikan kasus yang ditangani termasuk segera menyelesaikan kasus Anas," ujar Bambang.

Penuntasan kasus yang melibatkan elite Demokrat itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kerja di Jeddah, Arab Saudi. Menyusul hasil survei terbaru yang menyebut kemerosotan dukungan pada Demokrat.  Namun, dalam kesempatan itu, SBY menyatakan percaya pada KPK.

"Saya masih yakin KPK akan menjalankan tugasnya secara profesional, adil, dan tidak ada niat buruk apa pun. Saya juga yakin, pastilah KPK yang menjadi andalan kita dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, juga tidak tebang pilih," kata Presiden SBY dalam keterangan pers di Hotel Hilton Jeddah, Arab Saudi, Senin 4 Februari 2013 sore waktu setempat. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
abirara
05/02/2013
kita yakin dan percaya pada KPK tidak akan terpengaruh oleh siapapun dalam penegakkan hukum, janji Abraham Samad ketua KPK bahwa akan bekerja profesional berintegritas patut kita apresiasi, maju terus KPK rakyat bersamamu.
Balas   • Laporkan
tantokw
05/02/2013
LEBIH BAIK KASUS ANAS DIBUAT TERKATUNG-KATUNG AGAR DEMOKRAT SEMAKIN DIBENCI DAN DIJAUHI RAKYAT...BIARKAN SAJA ANAS BERTAHAN DENGAN JABATANNYA...JUSTRU ITU AKAN MEMPERCEPAT KEHANCURAN DEMOKRAT...
Balas   • Laporkan
blondot2012
05/02/2013
SBY ingin memecat Anas agar electibilitas Demokrat tidak turun lagi, tapi inginya pakai tangan orang lain karena kalau ada rebut ribut dia tidak disalahkan. Type pemimpin yg td berani ambil resiko.
Balas   • Laporkan
tung
05/02/2013
SiBuYa asal ngomong. Kagak belajar dari kasus Nazarudin dia.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru