NASIONAL

Ini Harta Kekayaan Luthfi Hasan Ishaaq

Luthfi Hasan diduga menerima suap proyek impor daging sapi.

ddd
Jum'at, 1 Februari 2013, 06:32
Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq, tersangka korupsi impor daging sapi
Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq, tersangka korupsi impor daging sapi (ANTARA/Agung Rajasa)
VIVAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus impor daging sapi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga anggota Komisi I DPR itu menerima suap Rp1 miliar dari pengusaha pengimpor daging melalui orang dekatnya, Ahmad Fathanah.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Luthfi Hasan baru dua kali melaporkan kekayaannya. Pertama pada 29 Desember 2003. Kedua 1 November 2009 saat terpilih kembali menjadi anggota DPR.

Pada laporan pertama tahun 2003, harta kekayaan Luthfi tercatat Rp381.110.000. Kemudian pada 2009 harta Luthfi melonjak menjadi Rp1.066.430.620. 

Kekayaan itu terdiri dari tanah dan bangunan seluas 247 m2 dan 110 m2 di Jakarta Timur. Nilai bangunan ini pada tahun 2003 adalah Rp224.110.000, melonjak pada 2009 mencapai Rp302.904.000.

Luthfi juga mempunyai harta bergerak berupa alat transportasi yakni, mobil berupa Nissan Serena, Honda CRV, Nissan X-trail. Total harta bergerak itu senilai Rp900 juta. Padahal pada 2003, total harta bergerak tercatat hanya Rp157.000.000.

Dia juga tercatat memiliki giro setara kas pada 2009 senilai Rp3.117.520. Luthfi juga tercatat memiliki utang dalam bentuk kartu kredit sebesar Rp139.590.900.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, KPK langsung menahan Luthfi di Rutan Guntur setelah menjalani pemeriksaan selama 17 jam.

Luthfi akan ditahan untuk periode 20 hari masa penahanan pertama. Sesaat sebelum ditahan, Luthfi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan sebagai Presiden PKS. (sj)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
investam
19/05/2013
Di Al Quraan jelas ada orang kafir, ada orang munafik, orang fasik, orang kikir..dll tinggal lihat saja orang itu kategori yang mana ? Yg jelas Ittabiu malla yasalukum ajrowahum muhtadun..
Balas   • Laporkan
nanuryat
14/02/2013
masa cuma 1M? klo sm yang bentuk giro berarti 4M ya? dikiiit amat hartanya untuk sekelas pejabat dengan kedudukan ketua partai, kalah sm tetangga ku yang cuma juragan sarang walet, punya beberapa rumah yg masing-masing bernilai 2M-3M/rumah jadi ragu2x nih
Balas   • Laporkan
nanuryat | 14/02/2013 | Laporkan
tapiii klo beneran dia korupsi, berarti bodoh tuh korupsinya nanggung wkwkw jadi masih harus banyak berguru dari rekan-rekannya dari partai lain macam Andi M dan Choel M yang bisa dapat ratusan milyar dari 1 proyek hambalang saja wkwkwkwkwk
anticorrupt
01/02/2013
Korupsi dibalik dakwah.... Naudzubillah
Balas   • Laporkan
aabud
01/02/2013
Kader ataupun simpatisan kalo liatt fuluss 1 (satu) em....sapa yang bisa tahan?? harii giniii ! dah segitu aja lah commentnya.
Balas   • Laporkan
tantokw
01/02/2013
SUDAH WAJAR KALO PENJAHAT ATAU PERAMPOK HARTANYA CEPAT BERTAMBAH,KARENA SETIAP HARI KERJANYA NYARI UANG RAMPOKAN,TAPI JANGAN SALAH...UANGNYA JUGA CEPAT MUSNAH KARENA TERBAKAR DI NERAKA JAHANAM BERSAMA PEMILIKNYA...YAITU PARA ELITE PKS....
Balas   • Laporkan
margondhez
01/02/2013
perlu data kekayaan yang terbaru 2012 ni..
Balas   • Laporkan
ancuk
01/02/2013
pada bisa baca nggak ya. Dia nggak nglaporin harta kekayaan sejak 2009. itu kekayaan 4 tahun yang lalu.
Balas   • Laporkan
opxt
01/02/2013
Tapi saya masih Tanda Tanya Besar, secepat itu KPK menahan seorang yang baru mau di sogok, dan itu pun pengakuan sepihak dari si penyogok. Lah AU sama AM sudah terbukti kok ngga berani menahan ya? secara Logika Gimana Gitu?
Balas   • Laporkan
ironhide
01/02/2013
Kalau hasil perhitungan di atas, harus nya orang ini bersih. Tapi ngga tau juga ya..
Balas   • Laporkan
nasten
01/02/2013
Dasar kebo nih orang.. perut aja digedein.. Katanya perilaku islami tapi kok berfoya foya dengan harta sampai kegemukan begitu.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com