NASIONAL

Peretas Situs Presiden SBY Diusulkan Diberi Beasiswa

Menkominfo tak setuju dengan usulan tersebut.

ddd
Rabu, 30 Januari 2013, 13:47
Situs resmi presiden SBY di www.presidensby.info
Situs resmi presiden SBY di www.presidensby.info (presidensby.info)
VIVAnews - Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera menyarankan kepada pemerintah agar Wildan Yani S Hari, peretas situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, diberikan beasiswa.

Menurut Mardani, Wildan adalah sosok muda yang berbakat dan layak diberi bimbingan. Karena tak ada bimbingan itulah, menurut Mardani, Wildan melakukan serangan yang merugikan.

"Hacker muda Wildan memiliki kompetensi. Karena tidak terbina malah bukan menjaga keamanan. Menyarankan beliau dibina dan diberi beasiswa" ujar Mardani saat melakukan rapat dengar pendapat dengan Menkominfo, di DPR, Rabu 30 Januari 2013.

Tak hanya Wildan, Mardani juga mengusulkan agar pemerintah memberikan beasiswa bagi generasi muda di Indonesia yang memiliki bakat di bidang teknologi informatika.

Namun, Menkominfo Tifatul Sembiring tak menyetujui usulan Mardani tersebut. Menurutnya, perbuatan Wildan yang meretas situs presiden harus diproses hukum.

"Ini proses di kepolisian, lagi diproses kok diberikan beasiswa," ujar Tifatul saat ditemui usai rapat.

Wildan, 22 tahun, merupakan karyawan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi di Jember, Jawa Timur, yakni CV Surya Tama. Ia ditangkap Jumat 25 Januari 2013 lalu.

Selain meretas situs www.presidensby.info, Wildan juga meretas beberapa situs lainnya diantaranya, www.jatireja.network, yang merupakan Internet Service Provider (ISP) dan situs polresgunungkidul.info.

Masih ada sekitar 5.320 yang menjadi korban peretasan Wildan. Polisi akan menjerat yang bersangkutan dengan pasal 22 huruf B UU 36/1999 tentang telekomunikasi dan pasal 30 ayat 1, ayat 2 dan atau ayat 3, jo pasal 32 ayat 1 UU no 11/2008 tentang ITE.

"Motif iseng saja, hanya mengganti tampilan," kata Direktur Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arif Sulistyo. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
judi
30/01/2013
dari beasiswa....kader politik.....pejabat pemerintah
Balas   • Laporkan
sutantantina
30/01/2013
Gimana sih anggota DPR, orang hanya bisa menghacker begitu saja dianggap pinter. Banyak orang pinter yang santun dan tidak punya penyakit mental yang lebih perlu beasiswa. Lagian orang meretas sampai ribuan situs kok dianggap iseng, ini orang sakit Pak
Balas   • Laporkan
marlockz1
30/01/2013
Ane setuju thuh... dia deface thuh pasti da maksud nya... dia kan juga udah tau kelemahan web sby... jadi kasih aja beasiswa buat jadi peretas INTERNASIONAL :D
Balas   • Laporkan
scan
30/01/2013
setuju....................
Balas   • Laporkan
kecacil
30/01/2013
bukannya meremehkan kemampuan saudara kita..tp membo2l situs tu ngk serumit yg kita kira..bnyak kok yg bisa..malah ada perkumpulannya..yg benar tu,klu dia tdk merugikan jangan di hukum berat...
Balas   • Laporkan
heri.subiyandono
30/01/2013
diberi beasiswa ?!.........pro kontra........kebanyakan orang bisa belajar meretas kok, tidak sulit......teroris seringkali juga meretas web, diberi beasiswa juga ya.........?! aneh2 saja........
Balas   • Laporkan
jobcariuang
30/01/2013
KALAU SITUS PENTAGON YG DIJEBON YAKIN 1000% BHWA dia di tarik utk dipekerjakan, coba pikir oi.. situs SBY sudah ada yg jaganya para ahli komputer tp bisa tembus juga, berarti dia pinta,... tlg di bina karirnya
Balas   • Laporkan
jobcariuang | 30/01/2013 | Laporkan
DIA ITU SANGAT PINTAR.....KASIH KERJA YG BAGUS
jayadia2
30/01/2013
iya betul tu.....seharusnya di dukung.karna tidak semua orang punya kemampuan seperti itu
Balas   • Laporkan
z2z2
30/01/2013
sekarang lagi perang internet seharusnya orang seperty itu dikumpulkan dan dibuatkan tempat khusus biar kita gak bergantung ma teknisi dari luar,,,ni malah dipenjara sama saja membunuh kepandaian rakyat negeri ini
Balas   • Laporkan
omradsky
30/01/2013
ya jelas lah om tipatul nolak daripada buat beasiswa, mendingan buat kampanye prtai saya betul tidak kwkkwkwk
Balas   • Laporkan
antibokis | 30/01/2013 | Laporkan
Yang ngusulin juga dari partai yg sama kalee. Nuduh aja lu.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com