NASIONAL

Tanda Tangan Ulama Dukung Pelengseran Aceng, Palsu?

Ada ulama yang mengaku tanda tangannya dipalsukan.

ddd
Selasa, 29 Januari 2013, 07:32
Bupati Garut Aceng Fikri (kanan)
Bupati Garut Aceng Fikri (kanan) (ANTARA/M Agung Rajasa)

VIVAnews - Penasehat hukum Bupati Garut Aceng Fikri, Feldy Taha, menyatakan pihaknya mendapat pengakuan dari beberapa ulama bahwa tanda tangan mereka dipalsukan untuk mendukung pemakzulan Aceng. Pengakuan tersebut, kata Feldy, membuktikan indikasi bahwa dukungan ulama yang berjumlah lebih dari 15 orang ulama tersebut direkayasa.

"Jika satu atau dua orang ulama mengaku tanda tangannya dipalsukan berarti secara keseluruhan pernyataan dukungan pemakzulan bupati dari para ulama, palsu," ujar Feldy Taha kepada VIVAnews, Selasa, 29 Januari 2013.

Selain itu, masih menurut Feldy, beberapa ulama juga menyatakan bahwa hasil investigasi pansus nikah siri merupakan sebuah kebohongan. Karena itulah, pihaknya turut melaporkan Pansus DPRD Garut ke Polres Garut.

"Nah, inilah yang kami sedang perjuangkan di Polres, agar semua menjadi jelas," katanya.

Kasat Reskrim Polres Garut, Ajun Komisaris Pol. Dadang Garnadi menyatakan bahwa pihaknya akan memintai keterangan ulama yang mengaku tanda tangannya dipalsukan itu.

Menurut laporan yang diterima polisi, salah satu pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Wanaraja mengaku tak pernah membubuhkan tanda tangan mendukung pemakzulan Bupati Aceng Fikri. "Rencananya hari ini kami akan meminta keterangan ulama yang merupakan pimpinan pondok pesantren," tutur Dadang. (kd)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
abirara
29/01/2013
kenapa menjadi melebar keagama pelanggaran Aceng ini, sudah jelas pelanggaran di putusan MA melanggar UU-NKRI dan Etika berkaitan dengan jabatannya sebagai Bupati. para kiyai2 yg dikumpulkan untuk pembenaran ya salah alamatlah itu.
Balas   • Laporkan
tantokw
29/01/2013
ITULAH PEJABAT YANG OTAKNYA GAK DITARUH DI KEPALA...
Balas   • Laporkan
masshaff
29/01/2013
apa setiap pemakzulan harus dapat dukungan dari ulama? apa masih tidak cukup aspirasi dari masyarakat? bukankah suara masyarakat sudah terwakili oleh dpr/dprd? kalo sebegini ribet urusannya, kapan selesainya.he..
Balas   • Laporkan
mpokmumun
29/01/2013
Saya malu jadi warga Garut yang punya bupati kayak Aceng, ngk punya rasa malu, ngk punya hati, ngk punya moral. Jangan pernah bawa2 agama di masalah ini.
Balas   • Laporkan
e12ys
29/01/2013
woy aceng, agama jangan dibawa2..! klo emg kalah ya kalah aja. dasar gk tw malu !
Balas   • Laporkan
ranisyahbudiman
29/01/2013
tolong agama ku jangan dibawa-bawa dan dijadikan tameng untuk masalah syahwat.
Balas   • Laporkan
meleko.matamu.cuk | 29/01/2013 | Laporkan
wkwkwk agamu loe apa bro..dr komen2 loe sblmnya gue yakin loe bukan Muslim
voorhees
29/01/2013
pingin banget berkuasa ya bro ?
Balas   • Laporkan
dancoz
29/01/2013
to p.aceng jgn bawa2 agama membenarkan tindakanmu.. mmg agama nyuruh cerai? ingat itu perbuatan di benci tuhan
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru